Connect with us

Politik

Kiai Ma’ruf: Perbedaan Partai dalam Pesta Demokrasi Sah-sah Saja

Published

on

kiai ma'ruf, ma'ruf amin, kma, korban bencana, bencana alam, bencana donggala, bencana mamuju, bencana sulteng, nusantaranews, nusantara news, nusantara

Dalam kunjungannya di Pondok Pesantren Bumi Sholawat Tulangan, Jawa Timur, Sabtu (29/9/2018), KH Ma’ruf Amin (KMA) mengajak para santri untuk bersama mendoakan dan membantu meringankan beban para korban bencana alam di Donggala dan Mamuju. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Di dalam kehidupan bermasyarakat, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Kendati demikian perbedaan itu jangan dijadikan musabab untuk bermusuhan dan saling menghakimi antar sesama rakyat Indonesia.

“Begitu pula perbedaan partai dalam pesta demokrasi sah-sah saja dan tetap menjaga persaudaraan sesama anak bangsa,” kata Calon Wakil Presiden nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin di Jakarta, Jumat (23/11/2018).

Baca Juga:

Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengatakan, meskipun berbeda partai pada pemilu 2019 tetapi semua tetap bersaudara sebagai anak Indonesia. Ia pun meminta hal tersebut jangan jadikan perbedaan itu untuk bermusuhan dan saling menghakimi.

Pada dasarnya, kata kiai Ma’ruf, Indonesia terdapat berbagai ras, suku, bahasa, dan agama yang telah diwariskan pemimpin-pemimpin bangsa sebelumnya. “Perbedaan itu harus dipertahankan sebagai kekuatan besar dalam menghadapi segala persoalan yang terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar kiai Ma’ruf.

Ia menambahkan, MUI selaku organisasi Islam di Indonesia selalu menjaga umat agar menghargai perbedaan ras, suku, bahasa, dan agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kami menjaga umat pula agar tidak saling membenci, tidak saling menghakimi tetapi saling menyayangi dan saling membantu sebagai sesama saudara sebangsa dan setanah air,” uja kiak Ma’ruf.

Baca Juga:  Buku Landskap Kota-Kota Peristirahatan Negeri Orasi

Pewarta: Robi Nirarta
Editor: M. Yahya Suprabana

Loading...

Terpopuler