Ketua PCNU Nunukan Minta Warga Nahdliyin Pertebal Semangat Kebangsaan

Ketua PCNU Nunukan minta warga Nahdliyin pertebal semangat kebangsaan
Ketua PCNU Nunukan minta warga Nahdliyin pertebal semangat kebangsaan

NUSANTARANEWS.CO, Nunukan – Memperingati Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) yang ke 96 Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama (PCNU) Nunukan menggelar berbagai rangkaian kegiaatan seperti Istighozah dan silaturahim antar Nahdliyin.

Dalam acara yang dipusatkan di Pondok Pesantrean Ibadurrahman tersebut, pengurus PCNU Nunukan dan Badan Otonomnya seperti PMII, Pagar Nusa, Muslimat GP Ansor, IPNU, LP Maarif, IPPNU berkumpul untuk istighozah.

Selain PNCNU dan Banomnya, hadir pula Jamaah Sholawat Walisongo serta tokoh masyarakat dari berbagai etnis yang ada di Nunukan.

Ketua PCNU, Basri Lanta dalam sambutanya mengatakan bahwa peringatan Harlah ke 96 NU adalah momentum bersama untuk meneladani patriotisme Hadratusyaih Hasyim Asy’ari, para Ulama serta para Santri saat terlibat dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia.

“Pada 22 Oktober 1945, dicetuskan Resolusi Jihad yang diprakarsai Rais Akbar PBNU Hadratus Syech KH Hasyim Asyari di Surabaya. Saat itu, pesan utama yang disampaikan adalah berperang menolak dan melawan penjajah merupakan suatu kewajiban,” ungkapnya.

Bagai air bah, Resolusi Jihad menyebar dengan cepat keseluruh penjuru Jawa melalui jaringan pesantren, langgar, dan para kiai. Berbondong bondong, para santri memperkuat barisan Laskar Hizbullah, sementara para kiai membentuk Laskar Sabilillah, karena dibakar oleh semangat jihad.

Memang Laskar Hizbullah merupakan milisi dari kalangan santri yang sempat dilatih secara militer oleh Jepang berkat siasat KH Hasyim Asyari. Saat itu ulama pesantren sudah menyiapkan jauh-jauh hari kalau terjadi perang senjata saat Jepang menyerah kepada Sekutu.

Resolusi Jihad membakar semangat seluruh lapisan rakyat hingga pemimpin di Jawa Timur terutama di Surabaya, sehingga dengan tegas mereka berani menolak kehadiran Sekutu yang sudah mendapat izin dari pemerintah pusat di Jakarta.

Baca Juga:  Kisah Derita Pengungsi Palu: Kelaparan 18 Jam di Atas Kapal Hanya Karena Tak Punya Tiket

“Kalau dulu Resolusi Jihad telah memompa semangat perjuangan melawan penjajah dalam meraih kemerdekaan, maka sekarang warga NU harus menjadikan Resolusi Jihad sebagai semangat mengisi Kemerdekaan,” tandasnya.

Semangat Resolusi Jihad dalam mengisi kemerdeaan, warga NU selalu mengambil sikap tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), ta’addul (adil), dan tasamuh (toleran), serta almuhafadhah ‘ala al-qadim as-shalih wa al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah (memelihara sesuatu/nilai yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik).

“NU selalu mengambil sikap akomodatif, toleran, moderat, dan menghindari sikap ekstrem dalam menghadapi spektrum budaya apapun, tak terkecuali budaya politik kekuasaan,” jelasnya.

Menyikapi dinamika terkini, Basri Lanta mewanti – wanti agar semua warga NU di Nunukan harus berani melawan pihak -pihak yang berusaha menyebarkan ideologi khilafah dan ideologi lain yg bertentangan dengan pancasila.

“Saya minta agar warga Nahdliyin di Nunukan untuk mempertebal semangat kebangsan dan menjaga keharmonisan terhadap semua elemen di Perbatasan,” pungkasnya. (Red)

Pewarta: Eddy Santry