Connect with us

Politik

Ketua Komisi III, Kahar Muzakir Diduga Terlibat Skandal Korupsi

Published

on

Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI, Kahar Muzakir/FOto Deni / NUSANTARAnews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Koordinator Pergerakan Pemuda Merah Putih (PP Merah Putih) Wenry Anshory Putra mengangkat lagi peringatan Joyoboyo perihal “wolak-walik ing zaman” atau “zaman yang terbolak-balik”. Peringatan tersebut saat ini, kata Wenri, telah terhampar menjadi kenyataan di dalam seluruh lini kehidupan bangsa Indonesia.

“Salah satu realitas zaman yang terbolak balik dalam politik kekinian tersebut diantaranya adalah penunjukan orang yang bermasalah hukum untuk memimpin komisi di DPR yang bertugas mengawasi jalannya penegakan hukum,” kata Wenry kepada media di Jakarta, Kamis, 18 Januari 2018.

Dia menjelaskan, sebagaimana diberitakan di Media Massa, Ketua Umum DPP Partai Golkar Erlangga Hartarto telah secara resmi menunjuk Kahar Muzakir sebagai Ketua Komisi III DPR-RI. Track record Kahar Muzakir sendiri bila ditelusuri adalah salah satu anggota DPR-RI yang bermasalah secara hukum.

“Kahar Muzakir sendiri beberapa kali bolak balik dipanggil oleh KPK karena diduga terlibat dalam sejumlah kasus korupsi, di antaranya kasus korupsi PON Riau maupun kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang,” ungkap Wenry.

Fenomena wolak walik zamane di Parlemen tersebut, kata dia, sebelumnya pernah terjadi di era kepemimpinan Setya Novanto. “Partai Golkar ketika itu menjadi inisiator pembentukan Pansus KPK dengan menunjuk Agun Gunanjar, salah seorang anggota DPR yang namanya disebut bersama Setya Novanto terlibat dalam skandal mega korupsi E-KTP sebesar Rp. 2,3 triliun,” tuturnya.

Loading...

Wenry menekankan, di era Setya Novanto, yang merangkap memimpin Partai Golkar sekaligus DPR-RI, situasi Partai Golkar dan DPR persis seperti di zaman kegelapan. Namun, ketika Airlangga Hartarto terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar, secara perlahan publik mulai menaruh harapan lahirnya era pencerahan di DPR dan Partai Golkar.

Baca Juga:  Arief Hidayat tak Layak Jadi Hakim MK

“Walaupun demikin, dengan kebijakan terbaru Partai Golkar, yaitu penunjukan Kahar Muzakir menjadi Ketua Komisi III DPR-RI, publik mulai ragu kembali terhadap komitmen pemberantasan korupsi yang menjadi semangat dan visi penyelenggaraan Munaslub Partai Golkar tersebut,” jelas Koordinator PP Merah Putih itu.

Pewarta/Editor: Achmad S.

Loading...

Terpopuler