Ketua Klenteng Kwan Sing Bio Bantah Tiongkok Terlibat Pembangunan Patung

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Dugaan adanya keterlibatan negara Tiongkok dalam pendanaan pendirian patung jenderal perang Kwan Sing Tee Koen di Tuban Jawa Timur dibantah oleh Ketua Klenteng Kwan Sing Bio, Gunawan Putra Irawan.

Dilansir dari BBC, Gunawan (2/8) secara tegas mengatakan bahwa pembangunan patung terbesar se-Asia Tenggara itu tak ada sangkut pautnya dengan negara Cina.

“Kita tidak ada kerjasama apapun dengan Cina. Yang mendanai asli Surabaya,” kata Gunawan.

Dirinya juga mengaku bahwa pembangunan patung ini dinilai memiliki dampak positif bagi ekonomi. Pasalnya setiap tanggal 1 dan 15 banyak yang datang dari Malaysia dan Singapura. “Klenteng ini memang sudah dikenal di Asia Tenggara, kalau tanggal 1 dan 15 selalu ramai orang dari Malaysia, Singapura datang untuk sembayang,” sambungnya.

Sebagaimana informasi Dewa Kwan Sing Tee Koen merupakan sosok panglima perang yang hidup di era Sejarah Tiga Negara. Berdasarkan ceritanya, Sejarah Tiga Negara merupakan catatan sejarah resmi mengenai Zaman Tiga Negara. Meliputi periode dari tahun 189 sampai tahun 280 yang ditulis Chen Shou di abad 3 Masehi.

Karya tersebut merupakan koleksi dari semua sejarah ke-3 negara bagian yaitu Wei, Wu dan Shu dalam suatu catatan yang kemudian menjadi dasar sebuah roman yang dikenal dengan nama Kisah Tiga Negara.

Catatan sejarah ini menjadi salah satu buku sejarah dari 25 buku sejarah Tiongkok. Pada dasarnya, catatan sejarah ini tidak memiliki alur cerita yang bersambung, melainkan menceritakan sejarah setiap negara dan tokoh-tokoh dari negara tersebut dalam bab-bab tersendiri.

Di kalangan Tionghoa di Indonesia, kisah Sejarah Tiga Negara lebih dikenal dengan sebutan Sam Kok yang merupakan dialek Hokkian. Sering orang salah kaprah akan perbedaan Kisah Tiga Negara atau Kisah Tiga Kerajaan, namun sebenarnya yang tepat adalah Kisah Tiga Negara mengingat ketiga pemimpin yang bertikai; Cao Cao (negeri Wei), Liu Bei (negeri Shu) dan Sun Quan (negeri Wu) masing-masing telah memaklumatkan diri sebagai kaisar dan mengklaim legitimasi sebagai kekaisaran yang mewarisi Dinasti Han yang runtuh.

Baca Juga:  Patung di Tuban, Doktor Ilmu Hukum UGM Duga Ada Oknum Terlibat

Editor: Romandhon