Connect with us

Politik

Ketua IKA SUKA: Terorisme Adalah Musuh Negara

Published

on

Ketua Ikatan Alumni UIN Sunan Kalijaga (IKA SUKA) Yogyakarta, Syaiful Bahri Anshory. Foto Ucok Al Ayyubi/ NUSANTARAnews
Ketua Ikatan Alumni UIN Sunan Kalijaga (IKA SUKA) Yogyakarta, Syaiful Bahri Anshory. Foto Ucok Al Ayyubi/ NUSANTARAnews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta– Semakin sporadis dan meluasnya aksi terorisme di berbagai daerah harus menjadi perhatian khusus oleh pemerintah. Munculnya pelaku teror yang masih relatif muda menandakan bahwa kaderisasi dan doktrinasi paham radikal berhasil dilakukan oleh kelompok tersebut secara massif.

Ketua Ikatan Alumni UIN Sunan Kalijaga (IKA SUKA) Yogyakarta, Syaiful Bahri Anshory mengatakan bahwa Negara tidak boleh kalah dengan tindakan teror yang dilakukan oleh kelompok teroris. Karena tidakan teror dapat mengganggu ketenangan masyarakat dan stabilitas kemanan negara.

Simak: Mencermati Latihan Anti-Terorisme Militer Cina di Perbatasan Mongolia

“Aksi teror dari para penganut paham radikal tidak boleh dibiarkan. Pemerintah harus menangkal penyebaran paham radikal dengan menggunakan ideologi Ahlussunah wal jamaah, Islam Rohmatan Lil Alamin, Islam Nusantara”. Kata Syaiful Bahri Anshory, Jakarta, Rabu (12/4/2017).

Syaiful Bahri menambahkan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta akan mengambil peran dalam perang melawan ideologi radikal (terorisme), mengingat semakin banyaknya teroris yang secara usia masih sangat muda. Ia juga mengingatkan kepada para alumni dan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga untuk menyebarkan virus-virus islam yang damai, islam yang ramah bukan islam yang marah.

Loading...

Baca: DPR Minta Pemerintah Jangan Tarik Ulur RUU Terorisme

“Terorisme adalah Musuh negara, maka wajib hukunya kita jihad untuk membela NKRI,” imbuhnya.

Anggota DPR RI Komisi I itu berpesan bahwa perang melawan terorisme tidak bisa dilakukan jika hanya mengandalkan peran pemerintah pusat.

“Dibutuhkan kerjasama antara ormas-ormas keagamaan, lembaga pendidikan, pemerintah daerah, penegak hukum dan masyarakat perlu bahu-membahu untuk melakukan pencegahan dan penanganan paham radikal di masyarakat. Minimal masyarakat bisa berperan serta dalam menangkal paham radikal ke anggota keluarga atau lingkungan sekitar mereka,” kata Syaiful Bahri.

Baca Juga:  Ibas Kutuk Keras Serangan Bom Surabaya

Pantau: Jerman Join Rusia Perangi Terorisme Islam

Penulis : Ucok Al Ayubbi
Editor: Achmad Sulaiman

Loading...

Terpopuler