Lintas NusaPolitikTerbaru

Ketua DPRD Intan Jaya Pilih Temui Demonstran Ketimbang Ikut Sidang Paripurna

NUSANTARANEWS.CO, Intan Jaya (Papua) – Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Intan Jaya, Papua, untuk menyepakati pembuatan jadwal pelantikan Bupati-Wakil Bupati Natalis Tabuni dan Yann Robert Kobogoyauw periode 2017-2022, tidak dihadiri Ketua DPRD, Marten Tipagau.

Ia lebih memilih menemui massa yang mengepung rumahnya di Kota Nabire yang menolak sidang Paripurna. Marten menegaskan alasan dirinya menemui massa untuk menerima aspirasi.

Tak hanya itu, Marten yang notabene politisi dari Partai Demokrat (PD) ini sempat merobek baju dinasnya sesaat sebelum dia menjawab tuntutan massa.

Massa menolak sidang Paripurna tidak direalisasikan karena putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memenangkan Natalis Tabuni dan Yann Robert Kobogoyauw penuh rekayasa dan tidak berdasarkan fakta.

“Saya hari ini buka baju karana saya menghargai masyarakat,” ujar Marten seperti keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (30/9).

Sementara itu, massa mengancam akan terus mengganggu kepemimpinan Natalis Tabuni dan Yann Robert Kobogoyauw jika DPRD ngotot mengusulkan kepada Kemendagri untuk melantik pasangan nomor urut 3 tersebut.

Baca Juga:  Presiden PKS dan Kang Aher ke Malang, Energi Kemenangan PKS di Jawa Timur

Menurut mereka, yang menjadi pemenang pada Pilkada Intan Jaya pada 2017 itu adalah pasangan nomor urut 2, Yulius Yapugau-Yunus Kalabetme. Pasangan ini diusung oleh PDIP dan PKB.

Untuk diketahui, massa aksi merupakan pendukung Yulius Yapugau-Yunus Kalabetme. Di hadapan puluhan aparat kepolisian yang mengawal jalannya aksi, massa bergantian melakukan orasi dan menolak Kabupaten Intan Jaya dipimpin Natalis Tabuni dan Yann Robert Kobogoyauw. (hr/ed)

(Editor: Eriec Dieda)

Related Posts

No Content Available