Connect with us

Budaya / Seni

Ketika Tragedi Terjadi: Palu Berduka Menjemput Luka

Published

on

pertemuan imf, imf-world bank, keuangan indonesia, ekonomi indonesia, bencana alam, pertemuan imf, alasan kemanusiaan, ekonomi indonesia sekarat, nilai tukar rupiah, krisis ekonomi, salamuddin daeng, nusantaranews, nusantara, nusantara news

Save Palu dan Donggala, Sulteng. (Foto: Istimewa)

M Ivan Aulia Rokhman

 

Palu Berduka

 

Gempa besar telah terjadi lagi

Ditengah kekeringan disapu bencana beserta tsunami menelan Palu

Ya, takdir terkenang oleh nyawa tak tertolong

Tidak hanya itu tanah mulai retak hingga menutup reruntuhan kian luar biasa

Menyusun rumah pasca gempa sudah teramblas oleh lumpur

 

Bumi belum bisa apa-apa

Musibah ini menghasilkan penderitaan kian mengundang kegelisahan

Palu, satukan keringanan kami

Memberikan bantuan kian menghampiri kita

Pendidikan telah lumpuh

Ekonomi kian hilang

Keseharian dijalani hanya sebatang kara

Indonesia akan meringankan beban kami

 

Surabaya, 2018

 

Menjemput Luka

 

Kali ini ia mempertemukan dengan penderitaan

Ketika seseorang hendak melihat dunia penuh luka

bagaimana keadaan yang begitu genting

Jika hendak sanggap menatap sepanjang hayatmu

Begitu memendam perkara entah apa yang diperbuat

Enggan mati sekiranya tanpa hidup ini selamanya

 

Surabaya, 2018

 

Ketika Tragedi Terjadi

 

Tentu tahu makhluk hidup akan lenyap

Daerah terbuntu oleh kerusakan

Negeri sedang menangis

Ketika melihat tiba-tiba kesedihan yang amat dalam

Ilahi terus dilindungi

Melainkan Allah dimudahkan dalam batinmu

 

Ketika bencana datang ia menelan korban jiwa

Bila mendatangi bencana alam akan seperti menusuk hati begitu disakiti

Kedinginan menancap alam

Menelan korban lalu lenyap begitu saja

Seandainya begitu menelepon orang

Sudah dihanguskan oleh purnama

Diborong sepandangan oleh layang-layang

Lalu api menderita

 

Surabaya, 2018

 

Masih Mengupas Tragedi

 

Berpuasa dengan segala kecanggihan

Sepanjang masa ia hendak berpangkal padamu

Ia tertangkap oleh musibah

Terbelenggu sepanjang masa

Harga diri sebelah tangan

Apapun terjadi tetap mengabadikanmu

Baca Juga:  Berguru pada Ki Hadjar Dewantara

meski menggempul sepanjang bahagia

Lelehkan semua kehidupan

Ketika kuburan makin dinantikan

Selamat menjemput ajalmu

 

Surabaya, 2018

M Ivan Aulia Rokhman, Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Dr Soetomo Surabaya. Lahir di Jember, 21 April 1996. Karyanya dimuat di koran lokal dan Nasional. Beberapa puisinya juga dimuat dalam antologi Bukan Kita (2017), Esensi (2018), Februari (2018). Bergiat di FLP Surabaya, dan UKKI Unitomo. Seorang Penulis ditengah Berkebutuhan Khusus.

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Loading...

Terpopuler