Connect with us

Mancanegara

Ketahuan, Amerika Jarah Minyak Suriah Untuk Dikirim ke Israel

Published

on

Ketahuan, Amerika jarah minyak suriah untuk dikirim ke Israel

Ketahuan, Amerika jarah minyak suriah untuk dikirim ke Israel. Menurut J. Michael Springmann, AS telah menjarah sumber daya alam Suriah untuk mengirim mereka ke tempat lain yang akan mendapatkan keuntungan dari pencurian Amerika.

NUSANTARANEWS.CO, Damaskus – Ketahuan, Amerika jarah minyak Suriah untuk dikirim ke Israel, lapor Press TV, Sabtu (23/10. Mengutip mantan diplomat Amerika Serikat (AS) di Arab Saudi terkait penjarahan minyak Suriah oleh Paman Sam. Menurut J. Michael Springmann, “AS sedang memindahkan tentaranya dari Irak ke Suriah yang terus diduduki, untuk mencuri minyak Suriah dari rakyat Suriah dan untuk mengirim minyak ke tempat lain, mungkin Israel salah satunya,” kata mantan diplomat tersebut.

Sebelumnya, media milik pemerintah Suriah melaporkan bahwa 200 tentara telah diterbangkan dengan helicopter ke pangkalan AS di al-Shaddadi pada 21 Januari untuk penempatan di ladang minyak Omar dan ladang gas Koniko di provinsi tetangga Deir ez-Zor.

Pada 16 Januari, AS juga dilaporkan telah mengirimkan 40 truk truk berisi peralatan militer dan logistik ke daerah kaya minyak di bawah kendalinya di provinsi Dayr al-Zawr dan Hasakah di Suriah timur.

Seperti diketahui, pada akhir Oktober tahun lalu, Washington telah membatalkan keputusan untuk menarik semua pasukannya dari timur laut Suriah, malah mengumumkan akan menambah sekitar 500 tentara ke ladang minyak tersebut.

Pres Trump bahkan terang-terang mengakui bahwa pendudukan AS di Suriah memang untuk mengeruk minyak negara tersebut, meski dengan bumbu penyedap untuk melindungi lapangan dan fasilitas minyak tersebut dari kemungkinan serangan oleh kelompok teroris.

Pada hari Rabu, kantor berita resmi Turki Anadolu melaporkan bahwa konvoi patroli pasukan lapis baja Rusia dihentikan oleh pasukan AS – tidak diizinkan memasuki wilayah ladang minyak yang menjadi target. Kejadian ini menunjukkan bahwa kemungkinan bentrokan antara kedua belah pihak bisa saja terjadi sewaktu-waktu.

Baca Juga:  Target Jokowi di Bidang Pertanian Tidak Tercapai, Layakkah Lanjut Dua Periode?

Kepala Pentagon waktu itu, Mark Espertelah mengancam bahwa, “Pasukan AS yang dikerahkan ke ladang minyak akan menggunakan “kekuatan militer” terhadap pihak mana pun berusaha untuk menantang kendali atas situs tersebut, bahkan jika itu adalah pasukan pemerintah Suriah atau sekutu Rusia mereka.

Menanggapi hal tersebut, Menteri luar negeri Rusia mengatakan upaya AS untuk membangun kendali atas fasilitas Suriah sama dengan “perampokan”.

Suriah yang tidak mengizinkan kehadiran militer Amerika di wilayahnya, mengatakan bahwa AS “menjarah” minyak negara itu.

Beijing juga menegaskan bahwa dalih AS melindungi ladang minyak Suriah, tidak dapat dipertahankan. “Siapa yang memberi hak kepada Amerika untuk melakukan ini? Dan, atas undangan siapa AS melindungi ladang minyak Suriah?” kata Xie Xiaoyan saat konferensi pers di Moskow. (Agus Setiawan)

*J. Michael Springmann adalah seorang mantan diplomat Amerika Serikat di Arab Saudi. Dia adalah kepala biro visa Amerika di Jeddah, Arab Saudi, selama pemerintahan mantan presiden Reagan dan Bush dari September 1987 hingga Maret 1989. Sekarang menjadi seorang pengamat dan penulis politik Amerika.

 

Loading...

Terpopuler