Connect with us

Politik

Kesbangpol, Pol PP, dan Satlinas Harus Siap Mengantisipasi Beragam Potensi Kerawanan

Published

on

Kesbangpol, Pol PP, dan Satlinas harus siap mengantisipasi beragam potensi kerawanan.

Kesbangpol, Pol PP, dan Satlinas harus siap mengantisipasi beragam potensi kerawanan. Foto: Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil), Safrizal ZA.

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Kesbangpol, Pol PP, dan Satlinas harus siap mengantisipasi beragam potensi kerawanan. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil), Safrizal ZA di Gedung Sasana Bakti Praja (SBP) Kemendagri, Jakarta Pusat, Selasa (22/9).

Bahwa perlu kesiapan dari pihak penyelenggara Pemilu di daerah, Pemerintah Pusat, pemerintah daerah (Pemda) dan kesiapsiagaan aparat keamanan untuk membuat langkah antisipatif dalam menyukseskan Pilkada Serentak 2020.

“Untuk mengantisipasi berbagai macam potensi kerawanan, dalam hal ini adalah termasuk Polisi Pamong Praja (Pol PP), Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di seluruh Indonesia.”

Lebih lanjut dikatakan Safrizal, hal tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum terkait gagasan penugasan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dalam penanganan ketentraman dan ketertiban umum. Kiranya seluruh jajaran dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Satlinmas diharapkan selalu dapat senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan dalam menjaga ketertiban dan ketentraman masyarakat serta perlindungan masyarakat di daerah masing-masing.

Tak kalah penting, tambah Safrizal, keselamatan masyarakat menjadi hal yang utama di era pandemi. Maka aturan penerapan protokol kesehatan wajib diterapkan secara maksimal.

Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan dalam Rangka Menghadapi Pilkada Serentak 2020 ini juga bertujuan untuk menyamakan visi penerapan protokol kesehatan dalam menyambut pesta Demokrasi yang sebentar lagi akan diselenggarakan.

“Menyamakan visi, menyamakan frekuensi serta menyamakan bahasa dalam rangka penerapan protokol kesehatan,” imbuhnya. (Puspen Kemendagri/ed. Banyu)

Loading...

Terpopuler