Connect with us

Hankam

Kerjasama Sipil-Militer Dinilai Sudah Menjadi Kecenderungan Global

Published

on

Anggota TNI membantu petani Ponorogo membajak sawah sebagai wujud nyata kerja membantu para petani, Rabu (18/4/2018). (Foto: Much Nurcholis/NusantaraNews)

Anggota TNI membantu petani Ponorogo membajak sawah sebagai wujud nyata kerja membantu para petani, Rabu (18/4/2018). (Foto: Much Nurcholis/NusantaraNews)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Mantan Wakil Menteri Pertahanan, Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, sinergi kerjasama sipilmiliter merupakan suatu keniscayaan. Pasalnya, misi militer di era globalisasi yang multi dimensi akan berampingan dengan misi sipil non militer.

“Tidak bisa dihindari penyelesaian permasalahan yang dihadapi akan produktif dengan menggunakan formulasi sinergi kerjasama sipil-militer,” kata Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin dikutip dari catatan bertajuk TNI dari Masa ke Masa, Selasa (19/3/2019).

Baca juga: Letjen TNI (Purn) Syafrie Syamsuddin Paparkan Hubungan Sipil-Militer di Unpatti

Dia mengungkapkan, beberapa negara sudah mulai merintis jalan membentuk badan kerja sama sipil-militer untuk menyelesaikan permasalahan negara.

“Tentunya bangsa dan negara kita akan terus mengelola satu-satunya milik nasional yang tidak pernah berubah yaitu militer Indonesia (TNI) yang profesional selain memiliki semangat patriotisme dan nasionalisme juga terus berkembang dengan kualitas daya saing bermanfaat sebagai kekuatan nasional dan kekuatan regional dari masa ke masa,” terangnya.

Baca juga: Kaya Prestasi, Letjen Doni Monardo Dinilai Tepat Pimpin BNPB

Baca juga: Peran Sejarah Letnan Jenderal TNI Doni Monardo

Menurutnya, militer Indonesia hendaknya tidak bergeser posisinya sebagai kekuatan nasional dan kekuatan regional.

“TNI tidak mengenal fatamorgana dalam menjalankan misi negara bahkan TNI sebagai komponen utama pengawal kedaulatan negara berperan sebagai ultima rasio yang tulus mengingatkan apa yang menjadi tantangan dan gangguan terhadap keselamatan bangsa dan TNI tampil mengatasinya,” paparnya.

Lebih lanjut dikatakan militer Indonesia saatnya membuka pikiran terhadap berbagai pandangan profesional yang memiliki kompetensi walaupun terkesan berbeda tetapi bila dikaji lebih jauh akan memberi manfaat bagi pengembangan organisasi dan manajemen secara menyeluruh.

Baca Juga:  PTKI Diharapkan Aktif Produksi Narasi Moderasi Beragama

Baca juga: Menyoal Dwifungsi Polri

Baca juga: Democratic Policing Tito Karnavian Dinilai Patut Diwaspadai

“Membangun kerjasama militer profesional antar negara juga akan efektif sebagai netralisator bila terjadi ketegangan hubungan bilateral dan multilateral pada konteks ini peran diplomasi militer menjadi mengemuka,” urainya.

“Di sinilah negara merealisasikan amanat Pembukaan UUD 1945 untuk menciptakan perdamaian dunia di mana TNI tidak hanya berperan pada misi pemeliharaan tetapi dari itu menjalankan peran diplomasi menjembatani terciptanya perdamaian,” sambung Letjen TNI (Purn) Sjafrie.

Di sisi lain, lanjutnya, membangunan profesional TNI agar berkembang menjadi militer profesional yang tangguh memang sudah tuntutan universal dunia. Apalgi bagi NKRI yang kuat, di mana salah satu dimensi kekuatannya ialah perlu kekuatan TNI modern yang memiliki daya pukul dahsyat dengan dukungan teknologi informasi dan mobilitas tinggi menjangkau wilayah nasional, mulai dari misi peri-peri perbatasan negara sampai ke pusat gravitasi politik-ekonomi dan persatuan bangsa untuk menyukseskan misi pembangunan nasional.

Baca juga: Dwifungsi ABRI Diberangus, Mendagri Ciptakan Dwifungsi Polri

Baca juga: Benarkah Rencana Pengembalian Dwifungsi TNI Sebagai Respon Gagasan Dwifungsi Polri?

“Keberadaan Revolutionary in Military Affair yang berkembang universal bisa menjadi rujukan mengembangkan militer profesional tentunya yang penerapannya sesuai bagi kondisi negara dan misi TNI. Ada kunci bagi pengembangan profesi militer Indonesia yakni kemauan politik yang ditopang oleh kemampuan anggaran negara dan faktor manajerial dengan mutu personil TNI yang berorientasi kepada merit supaya unggul dalam mengawaki organisasi dan misi negara,” terangnya.

(eda)

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler