Connect with us

Budaya / Seni

Kerajinan Ukir Kayu Desa Karduluk Diminati Banyak Orang

Published

on

Kerajinan ukir kayu desa Karduluk diminati banyak 0rang

Kerajinan ukir kayu desa Karduluk diminati banyak 0rang. Foto Arifin salah satu pekerja seni ukir saat menyelesaikan pekerjaannya.

NUSANTARANEWS.CO, Sumenep – Kerajinan ukir kayu desa Karduluk diminati banyak 0rang. Desa Karduluk secara geografis berada di Kabupaten Sumenep tepatnya di Kecamatan Prgaan. Desa ini terkenal dengan sebutan kota ukir karena hampir separuh dari penghuni desa ini menekuni karajinan mengukir

Aktifitas mengukir kayu atau proses mebel bisa dijumpai di emperan rumah warga, yang setiap hari selalu beraktifitas karena banyak pesanan. Bagi warga desa karduluk pekerjaan ukir mengukir sudah menjadi pekerjaan turun temurun. Dengan modal keahlian mengukir mereka bisa menyambung hidup.

Seni ukir yang dilakukan oleh warga Desa Karduluk bisa bersaing di kelas nasional, terbukti pesanan yang mereka terima dating dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini menjadi bukti bahwa seni ukir kayu Desa Karduluk sudah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat luas dan diminati banyak orang.

Tidak heran bila regenerasi keahlian mengukir di desa ini tetap terjaga. Anak muda yang masih duduk di bangku sekolah sudah terbiasa menekuni pekerjaan mengukir, karena selain pekerjaan ini menjanjikan juga dapat mengasah kreatifitas melalui seni ukir yang dilakukannya. Maka tidaklah aneh bila ada tugas dari guru di sekolah mengenai bidang seni, anak-anak dari Desa Karduluk selalu menampilkan seni ukir dari kayu.

Pengrajin di Desa Karduluk banyak menghasilkan karya-karya mulai dari kursi, meja, ranjang, lemari, kusen rumah, pintu dan perabotan lainnya. Sehingga para calon pembali bisa datang langsung ke desa ini, serta melakukan pesanan sesuai keinginan.

Arifin (29) Warna Dusun Somangkaan Desa Karduluk mengaku telah menekuni seni ukir sejak duduk di sekolah Madrasah Aliyah (MA). Seni ukir kayu dia pelajari dari orang tua dan pamannya, sehingga saat ini dia memiliki sendiri bengkel produksi seni ukirnya. Dengan kemampuan yang dimilikinya sudah banyak pesanan yang di terimanya.

Baca Juga:  Yogyakarta Jadi Contoh Sistem e-Performance Based Budgeting

“Saya belajar seni ukir kayu sejak usia 20 tahun, karena selain mengasah keterampilan saya juga dapat uang dari keterampil yang saya tekuni,” ujar pria satu anak itu saat ditemui di rumahnya.

Ditanyak omset setiap bulan dari menekuni seni ukir kayu. Arif mengaku dalam satu bulan bisa mendapatkan omset 20 hingga 30 juta sesuai dengan banyaknya pesanan yang diterima.

“Setiap bulan tidak sama mas, mulai dari 15 – 30 juta, tergantung banyaknya pesanan dari pelanggan,” jelasnya (md/ed. Banyu)

Loading...

Terpopuler