Connect with us

Resensi

Kera Ternyata Telah Menggunakan Peralatan Seperti Manusia Sejak 700 Tahun Silam

Published

on

Kera ternyata telah menggunakan peralatan seperti manusia sejak 700 tahun silam/Foto: istimewa

Kera ternyata telah menggunakan peralatan seperti manusia sejak 700 tahun silam/Foto: istimewa

NUSANTARANEWS.CO – Kera ternyata telah menggunakan peralatan seperti manusia sejak 700 tahun silam. Dr Michael Haslam, dalam papernya di jurnal Current Biology mengatakan bahwa, ada bukti baru yang menunjukkan kera dan primata lainnya di luar Afrika telah menggunakan peralatan tertentu selama ratusan, bahkan ribuan tahun lamanya.

Haslam juga mengatakan bahwa temuan Ini adalah hal yang bagus sebagai area studi untuk memberitahu kita mengenai pengaruh penggunaan peralatan para kera terhadap kebiasaan hidup manusia.

Menurut Haslam, salah satu hal yang membedakan manusia dengan hewan selama ini adalah cara menggunakan alat tertentu. Para arkeolog menunjukkan bahwa, sejak kurang lebih 700 tahun silam, Kera Capuchin di Brazil misalnya, telah mampu menggunakan alat untuk melakukan sesuatu bagi dirinya. Kera-kera tersebut, kata para arkeolog sudah bisa menggunakan batu sebagai palu utuk memecahkan kacang mete yang cukup keras kulitnya.

Para Arkeolog menduga bahwa ditemukannya kacang mente sebagai makanan yang baik dikonsumsi oleh manusia karena terinspirasi dari monyet pada masanya. Namun demikian, terkait Kera Kapusin tersebut, cara memecahkan kulit mente senantiasa dengan cara yang sama dari dulu tanpa mencoba cara yang lain untuk melakukannya.

Nah, di sinilah perbedaan sejati antara kera dan manusia berlaku, yakni otak. Di mana manusia bisa berpikir untuk terus mengembangkan cara yang lebih, sementara kera tidak bisa berpikir.

“Inilah hal yang sangat menarik, yang mana daerah tersebut belum disentuh oleh para peliti, sebab bisa jadi dengan adanya studi ilmiah ini akan muncul jawaban bahwa perilaku manusia menggunakan peralatan pada mulanya dipengaruhi oleh kebiasaan kera. Misalnya, keberadaan kera di Brazil yang telah menggunakan alat pemecah dengan palu batu sejak lama. Bisa jadi, manusia pertama di daerah tersebut telah belajar cara memecah mente dengan melihat cara kera makan mente,” kata Dr Haslam seperti dilansir independet.

Baca Juga:  Islam Nusantara dan Tuduhan Anti-Arab

Para Arkeolog mencoba menggali salah satu situs di kedalaman 70cm. Dari galian sedalam itu mereka menemukan 69 batu yang menunjukkan bekas pukulan dan tertempel residu (endapan minyak) kacang mete. Selain itu juga ditemukan remah-remah arang dan pecahan batu yang bertarikh sekitar 700 tahun silam.

“Terkait masa kera capuchin, 700 tahun berarti masa sekitar 100 generasi. Dalam peradaban manusia masa 700 tahun kera sama dengan sekitar 2.500 tahun manusia,” ujar Dr Haslam.

Selanjutnya, Dr Haslam menegaskan bahwa sejak 700 tahun silam, kera tidak pernah mendapatkan cara baru dalam memecahkan mente. Namun dalam sejarah peradaban manusia sepanjang 2.500 tahun telah berhasil mengembangkan peralatannya mulai dari batu kemudian besi, sampai peralatan seperti digunakan oleh masyarakat dunia modern sekarang ini. (Alya)

Loading...

Terpopuler