Connect with us

Budaya / Seni

Kepada Bapak-Bapak Yang Kami Curigai

Published

on

Kepada Bapak-Bapak yang Kami Curigai. (Lukisan: S. Soedjojono berjudul High Level. Foto: okvideofestival)

Kepada Bapak-Bapak yang Kami Curigai. (Lukisan: S. Soedjojono berjudul High Level. Foto: okvideofestival)

Puisi Dewandaru Ibrahim Senjahaji

Lelaki Bermulut Sabun

kalauada yang bertanya
Mengapalaki-lakisukaberbusa
Mungkinkarenaperempuansukawewangian
Ataumungkinkarenawewangianlah yang suka
Menempel di tubuhwanita
Makadariitu, demi wanitabahagia
Laki-lakirelakehormatannyamencair
Dan berpindahpadawanita
Dan membuatwanitaharumhidupnya
Karena pengejaran konyolnya.

Purwokerto, 10 April 2018.

Lelaki Berkepala Kura-Kura

kalau ada yang bertanya
Mengapa laki-laki tak punya muka
Mungkin karena memang ia tak punya kepala
Sedang yang ia pasang di atas lehernya adalah cangkang kura-kura
Sebab kepalanya sudah diserahkan
Untuk main sepak bola wanita.

Purwokerto, 10 April 2018.

Kepada Bapak-Bapak Yang Kami Curigai

bapak-bapak yang kami curigai
maghrib ini banjir datang ke kali
apakah bapak yang mengundangnya hingga sampai ke sini?
aduhh bapak baik sekalisudah bertahun-tahun kewaspadaan kami sepi
sekarang bapak mengundangnya ke sini
mohon maaf bapak kami tidak bisa menyuguhi
selain rasa cemas dan was-was
yang aromanya khas memenuhi gubug kami

bapak-bapak yang kami curigai
ini bisa saja sebuah kewajaran atau kebetulan
karena memang di sini sedang panen hujan
sudah jelas kuasa ini kuasa Tuhan
tapi bapak bapak, mana mungkin tiba-tiba air dimainkan Tuhan
kalau bukan bapak-bapak yang memohonkan?
juga tidak mungkin bapak kalau banjir ini disebabkan
karena ulah malaikat yang kencing sembarangan
maka dari itu bapak, kami harus cepat-cepat menyimpulkan
kalau bapak-bapak yang menyebar undangan

bapak-bapak yang kami curigai
terimakasih jika memang bapak yang mengundangnya kesini
semoga bapak mendapatkan ganjaran yang setimpal
dan semoga bapak-bapak tidak mengundang teman-temannya ke sini
karena kami tidak punya apa-apa untuk kami suguhkan
jadi kalau bapak tetap mengundangnya ke mari
mohon bapak berkenan untuk menyediakan diri
karena bapaklah yang nanti akan tersuguhkan

Baca Juga:  Tak Mudah Bagi Seorang Prajurit TNI AD Bisa Naik Pangkat

Purwokerto, 16-September-2017.

Dewandaru Ibrahim Senjahaji, lahir di Banyumas 03 juni 1994. Beberapa puisinya termaktub dalam antologi puisi Dari Negeri Poci 6 “Negeri Laut” (2015), “Matahari Cinta Samudra Kata” ( Yayasan Hari Puisi Indonesia, 2016), Dari Negeri Poci 7 “Negeri Awan”. “Dari Sittwe ke Kuala Langsa”, “The First Drop of Rain” “Surabaya Memori”, “Rumah Penyair 3”, “Kampus Hijau”, “Kampus Hijau 2”, “Kampus Hijau 3”, “Pilar Puisi”, “Pilar Puisi 2”, “Pilar Puisi 3”, “Cahaya Tarbiyah”, “Nyanyian Rindu di Bumi Aksara”, “Aquarium & Delusi”, “Seberkas Cinta” dan lain sebagainya. Kini aktif sebagai guru bantu di SMK 75 1 Purwokerto. Sekarang menjadi teman belajar anak-anak SMK 75 1 Purwokerto. tinggal di Desa Pasir Lor rt 03/02 kecamatan karang lewas kabupaten Bannyumas.

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: redaksi@nusantaranews.co atau selendang14@gmail.com

Loading...

Terpopuler