Ekonomi

Kendaraan Ramah Lingkungan Tandai Runtuhnya Rezim BBM

NUSANTARANEWS.CO – Runtuhnya rezim BBM akan ditandai dengan lahirnya gerakan massal pengembangan sektor energi baru terbarukan atau energi ramah lingkungan.

Situasi ini ditandai dengan diproduksinya beberapa kendaran yang semula menggunakan bahan bakar fosil bergeser ke bahan bakar terbarukan yang ramah lingkungan.

Sebagaimana diketahui, sebuah perusahaan mobil ternama Toyota mengaku tengah meningkatkan jumlah produksinya untuk mobil hidrogen dan listrik. Hal ini didorong oleh bertambahnya jumlah konsumen di negara-negara maju seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.

Meningkatnya jumlah permintaan ini berbanding lurus dengan kesadaran masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik alias terbebas dari polusi.

Grand Master Toyota Motor Corp (TMC) Public Affair Division, Hisashi Nakai menjelaskan bahwa mobil hidrogen dan listrik sampai saat ini telah dipasarkan di Jepang sebanyak 700 unit, Amerika Serikat sebanyak 300 unit, dan Eropa setidaknya ada 50 unit.

Atas situasi pasar tersebut, Toyota berencana untuk semakin ekspansif mengembangkan kendaraan berbasis bahan bakar hidrogen dan listrik. Ini dikarenakan kendaraan listrik dan hidrogen tidak menghasilkan sampah udara. Dengan kata lain ramah lingkungan.

Baca Juga:  Rawan Timbulkan Kerusakan Alam, Gerindra Tolak Tambang Emas di Trenggalek

Dengan begitu, target bebas emisi gas buang (zero emission) dalam upaya menekan laju pemanasan global dan menciptakan lingkungan yang lebih baik bisa dicapai.

Sesuai hasil perjanjian Paris, dunia telah sepat untuk mengurangi dampak dari emisi gas yakni misi menuju zero emission. Situasi ini yang kemudian melahirkan gerakan energi terbarukan menjadi masa depan ketahanan energi global di masa depan. (*)

Editor: Romandhon

Related Posts

1 of 3