Berita UtamaLintas NusaPeristiwaTerbaru

Kementerian Sosial Respon Cepat Bencana Banjir Aceh

Kementerian Sosial Respon Cepat Bencana Banjir Aceh
Kementerian sosial respon cepat bencana banjir Aceh.

NUSANTARANEWS.CO, Pidie Jaya  – Kementerian melalui Sentra Darussa’adah di Aceh Besar memberikan bantuan Atensi dan bantuan logistik (buffer stock) di wilayah terdampak banjir Kabupaten Pidie, Pidie Jaya dan Bireuen.  Hal ini Sesuai arahan Menteri Sosial Tri Rismaharini untuk cepat melakukan respon terhadap bencana yang terjadi di sekitar wilayah kerja sentra.

“Berkaitan dengan bencana banjir yang melanda Aceh, kita memberikan bantuan buffer stock dan bantuan Atensi ke Kabupaten Pidie, Pidie Jaya dan Bireuen. Hal ini sebagai bentuk kepedulian Kementerian Sosial atas bencana yang berdampak bagi masyarakat di Aceh,” ujar Kepala Sentra, Susi Mulyati.

Total bantuan yang tersalurkan di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya dan Bireuen sebesar  Rp626.038.275, yang terdiri dari Bantuan Atensi Rp183.500.000 dan Bantuan logistik (buffer stock) Rp442.538.275. Bantuan Atensi yang diberikan berupa 600 paket sembako. Adapun bantuan logistik bencana berupa 2000 makanan siap saji, 912 makanan anak, 225 matras, 225 kasur, 600 pembalut, 300 pakaian dewasa, 300 pakaian bayi dan 90 kidware.

Baca Juga:  Lebih Loyal Ke Prabowo Subianto, Gerindra Jatim Cuek Jika Sandiaga Uno Gabung Ke PPP

“Terima kasih Kementerian Sosial melalui Sentra Darussa’adah Aceh telah memberikan bantuan pada terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya”. Ucap Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pidie Jaya Rapiati. Bantuan nantinya akan di distribusikan ke posko-posko pengungsi dibantu oleh Tagana (Taruna Siaga Bencana) dan PSM (Pekerja Sosial Masyarakat).

Dari data yang dihimpun sejak berita diturunkan, terdampak bencana banjir di tiga kabupaten sebanyak 17.486 KK. Tersebar di Kabupaten Pidie sebanyak 5243 KK, Kabupaten Pidie Jaya 10.559 KK dan Kabupaten Bireuen 1684 KK.

“Kami akan memantau perkembangan dilapangan mengenai bencana banjir di wilayah Aceh, curah hujan masih cukup tinggi dikhawatirkan akan terjadi bencana banjir di kemudian hari”. Pungkas Koordinator Rehabilitasi Sosial Agus Sukatma. (MG)

Related Posts

1 of 17