Connect with us

Terbaru

Kemenperin Pacu Kemandirian Industri Dalam Negeri dengan Mobil Pedesaan

Published

on

Dok. Tata Motor Indonesia Fokus Menggali Pasar Komersil Pedesaan/Foto nusantaranews via autotekno.sindonews

Dok. Tata Motor Indonesia Fokus Menggali Pasar Komersil Pedesaan/Foto nusantaranews via autotekno.sindonews

NUSANTARANEWS.CO – Kebaruan di abad-abad lalu yang kupuja segera sirna. Hidup tanpa perubahan adalah kemustahilan yang sempurna. Demikian petikan sajak berjudul “Merelakan Masa Lalu” karya salah seorang penyair tanah air, Perak Bulan (nama pena). Sepenggal bait sajak tersebut menjadi penanda akan hadirnya zaman baru dimana semua orang di muka bumi dimungkinkan tidak lagi mengejar gaya hidup melainkan efisiensi.

Indonesia merupakan salah satu negara yang kurang berhasil, bahkan gagal, saat mengarungi era globalisasi gelombang kedua. Kini ketika negara-negara yang menangkap sinyal akan datangnya tata dunia baru, sedang bekerja keras melakukan persiapan di segala bidang. Kelak, jika sekian gejala yang terjadi menjadi kenyataan, masyarakat urban di kota-kota besar, misal Jakarta akan kembali ke daerah, ke desa-desa, kampung halaman mereka masing-masing.

Terasa benar, desa adalah kekuatan dan kota adalah pertumbuhan, dalam lagu yang dipopulerkan musisi Indonesia Iwan Fals. Dan di masa depan, desa akan menjadi tempat bertani, beternak, berproduksi dengan usaha-usaha mikro dengan pemasaran luas dan menguntungkan.

Dalam pada itu, di kota-kota akan aman dari polusi sebab kendaraan yang digunakan sudah tidak lagi menggunakan BBM. Kemungkinan besar akan menggunakan mobil listrik seperti yang sudah dipersiapkan oleh salah satunya Thailan yakni mempersiapkan diri menjadi pusat manufaktur kendaraan listrik. Hal ini bertolak belakang dengan pemerintah Indonesia yang baru pada tahap janji-janji untuk memperhatikan perkembangan mobil listrik di tanah air.

Sebagaimana yang dinyatakan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bahwa pihaknya akan memperhatikan dan mendorong agar mobil listrik bisa hadir di Indonesia. Hal tersebut disampaikan di pameran GIIAS, di ICE BSD, Tangerang, Kamis (11/8). Menurut Airlangga, Mobil listrik masih terbatas. Karenanya pemerintah baru mengupayakan mencari alternatif mobil ramah lingkungan selain dari sumber tenaga listrik.

Baca Juga:  Tesla Ciptakan Genteng Bertenaga Surya Pengisi Baterai Mobil
Loading...

Di waktu yang hampir bersamaan Kemenperin menyatakan melalui siaran persnya bahwa, salah satu yang tengah dikembangkan oleh Kemenperin adalah prototipe kendaraan pedesaan yang pengerjaannya diserahkan kepada para siswa di SMKN 2 Klaten, Jateng. “Mobil pedesaan ini kami yang desain. Nanti sifat produksinya bukan mass production tapi job order,” katanya.

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan, pengembangan mobil pedesaan yang dilakukan Kemenperin ini mulai dari merancang, membuat standar spesifikasi hingga varian produknya. Variannya pun, imbuhnya, akan disesuaikan dengan kontur pedesaan masing-masing.

Di samping itu, pengembangan mobil pedesaan yang dilakukan anak bangsa ini ditargetkan akan menggunakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 90 persen. “Hanya saja mengenai permesinan akan menggandeng perusahaan yang sudah handal. Saat ini kami sedang cari ‘bapak angkat’ yang bisa kerjasama mengenai mesin dan transmisinya,” tutur Airlangga.

Sembari mencarikan mitra untuk pemasok mesin, Kemenperin juga tengah memproses pendaftaran hak paten untuk mobil pedesaan ini. Di samping Kemenperin juga tengah memfasilitasi pembentukan sentra otomotif di Jawa Tengah sebagai pusat pengembangan desain dan prototipe kendaraan pedesaan dengan tujuan mewujudkan kemandirian industri dalam negeri.

“Kendaraan multiguna ini dapat meningkatkan kegiatan ekonomi dipedesaan, khususnya pada sektor pertanian serta industri kecil dan menengah. Kami tengah melakukan pengkajian pasar dan hingga saat ini terus berkoordinasi dengan pemda-pemda dan Kementerian Pertanian untuk penggunaan mobil pedesaan ini,” tuturnya.

Bahkan, katanya, Kemenperin telah memfasilitasi pembentukan Institut Otomotif Indonesia (IOI) untuk menjadi mitra strategis dalam upaya membantu penyempurnaan dan desain produk menuju produksi termasuk penyiapan program layanan purna jual. “Sehingga mobil pedesaan ini siap untuk digunakan di masyarakat,” imbuhnya.

Di samping itu, Kemenperin menjalin kolaborasi dengan berbagai institusi seperti Badan Pengkajian dan PenerapanTeknologi (BPPT), Universitas. Di antaranya yaitu Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember/ITS Surabaya dan Universitas Negeri Semarang, serta Perkumpulan Industri Kecil MenengahKomponen Otomotif (PIKKO).

Baca Juga:  PMII Sebagai Pelopor Generasi Muda Sambut Globalisasi Gelombang Ketiga

“Kami juga melakukan pembinaan kepada industri komponen otomotif untuk dapat mendukung supply komponen mobil pedesaan ini,” kata Airlangga. Bahkan, lanjutnya, sumber daya manusia (SDM) industri akan disiapkan menjadi pelaku-pelaku industri otomotif yang mandiri melalui program pelatihan vokasi. (Sulaiman)

Loading...

Terpopuler