Connect with us

Rubrika

Kemenag Kirim 50 Guru Pendidikan Agama Islam ke Wilayah Perbatasan

Published

on

kemenag, wilayah perbatasan, guru pendidikan, pendidikan agama islam, nusantaranews

Kemenag Kirim 50 Guru Pendidikan Agama Islam ke Wilayah Perbatasan. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Tangerang – Direktorat Pendidikan Agama Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia mengirimkan 50 guru Pendidikan Agama Islam ke wilayah perbatasan dan tertinggal.

Pengiriman guru ini merupakan bagian dari Program Bantuan Insentif Pembinaan Agama dan Keagamaan Islam di Wilayah Perbatasan (Bina Kawasan) Tahun 2019. Sebelum berangkat, peserta program dilepas secara resmi oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin di Tangerang, Senin (15/7).

Dalam sambutannya, Kamarudin Amin berpesan agar peserta program dapat memperkuat pengetahuan agama di daerah tujuan. “Disamping sebagai guru PAI di sekolah, peserta juga harus dapat berperan aktif di masyarakat sekitar,” terangnya.

Untuk itu, Kamarudin berharap peserta program dapat menggunakan kompetensi dan pengetahuannya secara maksimal. Hal-hal yang terkait dengan kehidupan keagamaan masyarakat mesti dipelajari.

“Elemen dasar berupa pengetahuan agama di masyarakat harus anda ketahui,” jelasnya.

Lebih lanjut Guru Besar UIN Makasar ini mengajak peserta untuk mendokumentasikan pengalaman saat mengajar nanti.

“Silahkan abadikan pengalaman kalian baik melalui media sosial ataupun buku. Saya yakin pengalaman kalian akan menjadi inspirasi bagi banyak orang jika disebarluaskan” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur PAI, Rohmat Mulyana Sapdi menuturkan bahwa program pengiriman guru PAI ini merupakan program unggulan Direktorat PAI.

Tahun ini merupakan pernyelenggaraan program yang kedua. Melalui program ini tambah Rohmat diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan agama di wilayah perbatasan dan tertinggal.

“Peserta yang dikirim juga merupakan alumni pesantren dan diharapkan ikut mendisemenasikan moderasi beragama di lokasi sasaran,” ujar Rohmat.

Pada tahun kedua penyelenggaraan, ada 47 kabupaten yang menjadi wilayah tujuan, yaitu: Aceh Singkil, Pandeglang, Seluma, Pohuwato, Boalemo, Gorontalo Utara, Bengkayang, Sambas, Hulu Sungai Utara, Seruyan, Mahakam Ulu, Berau, Nunukan, Lampung Barat, Lampung Pesisir Barat, Kepulauan Aru, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, Sumba Timur, Belu, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Rote Ndao, Ende, Sorong, Polewali Mandar, Janeponto, Banggai, Buol, Toli-Toli, Banggai Laut, Donggala, Konawe, Konawe Kepulauan, Bombana, Talaud, Solok Selatan, Pasaman Barat, Musi Rawas utara, Nias, Nias Utara dan Nias Selatan. (adn)

Baca Juga:  Hadapi Era Digital, Prajurit TNI Dibekali Pengetahuan IT dan Video

Editor: Eriec Dieda

Terpopuler