Connect with us

Budaya / Seni

Kembalilah Bintangku Demi Putrimu – Puisi Dewi Sukmawati

Published

on

Gadis Kecil Memetik Bunga di Kebun. (Ilustrasi: NUSANTARANEWS.CO)

Gadis Kecil Memetik Bunga di Kebun. (Ilustrasi: NUSANTARANEWS.CO)

Bukan hanya Sahabat Kepompong

Di hamparan dunia ini
Waktu tlah berencana menyatukan
3 bidadari sederhana

Aku pun tak mengerti
Mengapa harus kamu dan dia?
Mungkinkan karena puisi persahabatan
Atau surat panggilan rindu

Lucu, kita bukan sahabat kepompong
Tapi sahabat semua
Yang slalu menerima angin, hujan, dan badai
Tanpa harus diseleksi

Itulah kami, sahabat tanpa syarat
Hanya untuk mencari cahaya kehidupan
Demi menjadi kekasihnya

Purwokerto, 22 Maret 2018

 

Demi Putrimu

Dimalam sunyi dan sepi
Putri kecil menangis
Bangunkan mimpi letihmu
Dengan lembut kau sentuh dengan kasih sayang

Disaat putri tak kecil lagi
Putri berikan berjuta syarat padamu
Buatmu tersudut tak berdaya
Namun, dengan lembut kau berikan berjuta keinginannya

Dan disaat kau tak bersama putri
Putri datang menangis dengan berjuta dosa
Buatmu lemas menahan puisi amarah
Namun, dengan lembut kau peluk putrimu
Dengan derai air mata basahi wajahmu

Dan kini aku sadar
Kau hanya ingin putrimu
Bersanding dengan senyum
Walau kau tenggelam dalam keringat, air mata, dan api kehidupan

Purwokerto, 29 Maret 2018

 

Kembalilah Bintangku

Tlah lama kunanti dirimu
Yang bersinar dalam gelapku
Namun, penantian ini
Mungkin hanyalah penantian

Kini kau, tak mau kupandang
Kau lebih memilih awan hitam
Tuk temani hari-harimu

Bintang, ku merindukanmu
Kuingin menatap cahayamu
Kembalilah padaku
Yang kini berselimut kegelapan

Purwokerto, 29 Maret 2018

Lantunan Cintamu

Sajak puisi yang kau lantunakan
Sebelum fajar muncul, sesudah senja menghilang
Hingga malam kian membuta
Membuatku tenggelam dalam tangis

Ku tak mampu tuk menafsirkan
Sajak puisi yang kau berikan
Dengan nada yang begitu indah

Baca Juga:  Kodam V/Brawijaya Kirim Kebutuhan Pokok ke Pulau Sapudi

Kuhanya bisa berangan
Mungkinkan, kau akan menjemput
Atau kau akan menguji diriku
Sebelum kubertemu keabadian cinta dan kasihmu

Purwokerto, 29 Maret 2018

Waktu Menjawab

Waktu menjawab dengan isyarat mimpi
Yang datang, diwaktu itu
Saat angin menidurkan

Mengabarkan sukma
Kan menghilang, dan kegagalan
Menjadi jawaban
Atas duri yang kau tanam

Benak sesal tak dapat menolong
Pembalasan tak dapat dihindari
Ingatlah sekarang
Kau kini tlah terlelap slamanya

Kau hanya bisa berharapan
Dan berdo’a mendapat sedikit belas kasih
Dari kekasih abadinya

Purwokerto, 22 Maret 2018

Dewi Sukmawati, Mahasiswi SKSP IAIN Purwokerto. Dari Tambakreja rt 02 rw 01, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap.

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Terpopuler