Connect with us

Mancanegara

Kembali Jet Tempur Haftar Menyerang Pangkalan Drone Turki

Published

on

Kembali Jet Tempur Haftar Menyerang Pangkalan Drone Turki

Kembali Jet Tempur Haftar Menyerang Pangkalan Drone Turki. Tampak Dassault Mirage F1 LNA/Foto: airplane-pictures.net

NUSANTARANEWS.CO – Kembali jet tempur Haftar menyerang pangkalan drone Turki. Angkatan Udara Khalifa Haftar, pada hari Kamis melakukan serangan udara terhadap Bandara Internasional Zuwara yang terletak 120 km di barat Tripoli. Menurut laporan media Tentara Nasional Libya (LNA), serangan menghantam hanggar dan landasan pacu yang digunakan oleh pesawat tanpa awak Turki, serta gudang amunisi.

Menurut laporan LNA, dua hanggar di bandara internasional tersebut diduga telah digunakan menjadi pangkalan drone Turki. LNA sendiri mengklaim bahwa setiap lokasi yang berinteraksi dengan entitas asing adalah target sah Angkatan Udara Libya,” kata kantor pusat media LNA.

Juru bicara LNA Jenderal Ahmed al-Mesmari dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa serangan udara terhadap Bandara Internasional Zuwara ditujukan pada pesawat tak berawak Turki, sebagaimana dikutip Sputnik.

Mismari juga mengkonfirmasi bahwa, pada hari Kamis pesawat-pesawat tempur angkatan udara Libya telah menghancurkan dua hanggar” yang terletak di dalam bandara, sambil menambahkan bahwa serangan tidak menargetkan landasan udara dan terminal bandara. Mismari juga mengungkapkan bahwa serangan udara oleh Angkatan Udara LNA dilakukan setelah mendapatkan informasi intelijen mengenai pergerakan keberadaan drone Turki.

Pernyataan itu muncul menyusul laporan saluran tv Libya A-Ahrar yang melaporkan mengenai serangan jet tempur LNA yang menyerang bandara Zuwara, yang terletak dekat perbatasan dengan Tunisia.

Loading...

Sebelumnya, utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Ghassan Salame, dalam sebuah laporan kepada Dewan Keamanan PBB pada bulan lalu, telah mendesak pihak Tripoli untuk berhenti menggunakan bandara bagi kepentingan militer agar tidak menjadi sasaran serangan.

Seperti telah diberitakan, ketegangan antara Ankara dan pasukan Libya timur meningkat sejak akhir Juni ketika LNA mengklaim pertahanan udaranya berhasil menembak jatuh pesawat tak berawak buatan Turki yang diluncurkan oleh GNA yang didukung PBB.

Baca Juga:  Prabowo: Jangan Mengira Ada Bangsa Lain Yang Mau Mengasihani Kita

Sejak operasi militer yang dilancarkan oleh Haftar pada bulan April lalu untuk merebut Tripoli, perang saudara tersebut telah menewaskan 1.093 orang dan melukai 5.752 lainnya, lapor Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan lebih dari 120.000 orang telah mengungsi. (Banyu)

Loading...

Terpopuler