Connect with us

Kesehatan

Kekuatan dalam Keyakinan, Melawan Kanker Payudara

Published

on

Septi Rahmawati. Foto Istimewa/ NusantaraNews

NusantaraNews.co – Saya biasa menyebutnya Puan. Perempuan yang dilahirkan dari keluarga yang sangat sederhana di kampung terpencil. Namun, sangat mengutamakan pendidikan, baik pendidikan agama maupun pendidikan sekolah formal. Kemandirian yang ada dalam dirinya terbentuk sejak kecil karena didikan keluarga. Mengerjakan pekerjaan rumah, sekolah sambil berjualan, menjadi hal yang biasa baginya. Sejak SMA ia telah merantau di salah satu Madrasah Aliyah Negeri, hingga di perguruan tinggi Islam Negeri.

Aktivitas kuliah sambil mengajar di sekolah, berdagang pakaian dan les privat adalah rutinitas yang menyenangkan baginya. Pembawaannya yang periang dan sangat energik juga membuatnya aktif dalam berbagai kegiatan organisasi. Salah satunya adalah teater, yang sudah ia geluti sejak bangku SMA. Sampai pada masa-masa sulit ditinggalkan ayahanda kembali kepada sang pencipta, Puan menjalani kehidupan masa kuliahnya dengan lebih semangat semata-mata untuk memberikan yang terbaik pada almarhum ayahnya.

Sedikit tentang Puan, sampai pada tahun dimana ia siap melanjutkan ke jenjang pascasarjana. Bukan bagaimana Puan kuliah, bukan bagaimana kehidupannya, tapi bagaimana Puan mampu berjuang melawan penyakit yang bernama kanker payudara.

Semula Puan tidak mengetahui kalau rasa gatal dan sangat panas di payudaranya merupakan penyakit. Ia mengetahui bahwa itu sangat berbahaya setelah ia menyaksikan perkembangan yang terjadi dengan sangat cepat di bagian payudaranya. Berwarna merah muda semakin hari semakin membesar dan tersa sangat gatal, daya tahan tubuh pun terus menurun, wajahnya sering pucat. Sampai ia yakin bahwa itu bukan penyakit biasa.

Bukan tidak percaya dengan medis, tapi kondisi ekonomi yang membuatnya tidak melakukan pengobatan di rumah sakit. Ia mengunjungi salah satu alim ahli kesehatan. Ia ceritakan kondisinya selama beberap minggu terakhir.  Setelah pertemuan pertama, Puan meminum obat dari Bapak Ahmad (sebutan). Dua hari kemuadian, setelah mandi sore nanah pecah dan terus mengalir darah keluar. Bersama teman satu kosnya, dia membersihkan luka yang terus keluar. Persis nanah yang pecah. Sakit dan nyeri yang dirasa. Situasi ini malah menjadikan Puan yakin bahwa ia cocok melakukan pengobatan di tempat tersebut.

Melanjutkan ke pertemuan minggu kedua, dimana luka masih agak basah dan belum sembuh total, sampai pada pertemuan yang ketiga dan diberi jamu herbal serta air putih yang telah diberi doa, selama tiga minggu pula total luka kering . Sebuah keajaiban, sang tabib pun tidak percaya kenapa bisa lebih cepat dari biasanya. Terakhir ia mengatakan bahwa ada keyakinan besar dalam diri puan untuk sembuh, didalamnya ada semangat dan usaha untuk terus melakukan pengobatan.

Setalah sembuh, Puan baru melakukan ronsen kembali ke Dokter praktek. Hasilnya Puan sembuh total tanpa sisa akar. Sampai Puan memulai kuliah pascasarjana di kota besar. Puan belum menceritakan kejadian yang dia alami kepada keluarga.

Setiap orang memiliki rasa takut, begitu juga Puan. Penyakit yang pernah ia derita membuatkanya takut membebani keluarga. Mungkin Puan kuat, tapi bagaimana dengan teman lain di sekeliling kita? Bertemanlah dengan penuh keterbukaan untuk saling bantu sesama.

Kisah Puan adalah satu dari banyak kisah inspiratif . Namun hal terpenting yang perlu dipetik hikmahnya adalah semua yang diciptakan tuhan dapat Tuhan kendalikan, tergantung kita memaknainya. Sebagai sesama perempuan saya senang dapat mengenal Puan, sebagai sesama perempuan saya ingin saling berbagi, dan sesama perempuan saya ingin penyakit yang merugikan perempuan dapat dihindari. Melalui pola hidup yang baik dan makanan yang baik pula, serta manageman diri.

Kata- kata sederhana “ dimana ada kemauan disitu ada jalan” , dimana ada keyakinan pasti ada kekuatan besar” . Mungkin bagi orang yang telah putus asa akan merasa muak dan bosan dengan kata-kata motivasi yang senantiasa diberikan kepada nya, tapi tidak untuk perempuan yang saya kenal satu ini. Kanker Payudara merupakan penyakit yang bukan hanya menyerang banyak sel dalam tubuh tetapi juga menyerang psikologis individu dan banyak diderita oleh kaum perempuan. Penyakit yang hadir mulai dari bentuknya yang jinak hingga sangat ganas. Pengobatan yang dimulai dari tumbuhan, medis kedokteran sampai pun klenik banyak dilakukan untuk penyembuhannya.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2013, prevalensi kanker di Indonesia adalah 1,4 dari 1.000 penduduk atau sekitar 347.000 orang. Di seluruh dunia, 8,2 juta orang meninggal dunia setiap tahun akibat kanker, meningkat dari sebelumnya 7,6 juta pada 2008. Diperkirakan pada 2025, jumlah orang meninggal dunia akibat kanker meningkat menjadi 11,5 juta bila tidak dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian yang efektif.

Di Indonesia, kasus baru kanker payudara menjadi kasus kematian tertinggi dengan angka 21,5 pada setiap 100.000. Yang memprihatinkan, 70 persen pasien kanker payudara baru datang ke fasilitas kesehatan pada stadium lanjut. Cukup mengejutkan dari data tersebut. Namun, sangat dimungkinkan jika penyakit tersebut bisa sembuh total.

Hal yang perlu diingat, percaya dengan kekuatan Tuhan dan memilikikeyakinan kuat bahwa kanker payudara adalah penyakit yang diciptakan Tuhan dan pasti Tuhan pula yang akan menyembuhkan melalui kekuatan dan pengobatan. Hindari dan cegah kanker payudara. Kekuatan adalah yang utama untuk melawannya. Selamat hari kangker payudara, semua orang memiliki kekuatan besar dalam dirinya.

Penulis: Septi Rahmawati, Mahasiswa S-2 di Universitas Negeri Jakarta. Saat ini, dirinya tentang menyeleseikan tesisnya. Selain itu, penulis juga merupakan Ketua Koprs Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri (KOPRI) PB PMII yang konsen terhadap masalah anak dan perempuan.

Terpopuler