Connect with us

Mancanegara

Kekerasan di Sinai Memicu Perlawanan ISIL, 18 Polisi Tewas

Published

on

Semenanjung Sinai (Sinai Penisula). (Foto: Istimewa/Daily Mail/NusantaraNews)

NUSANTARANEWS.CO, Sinai – Sedikitnya 18 orang tewas dalam sebuah serangan kelompok ISIS (ISIL) di Semenanjung Sinai, Mesir pada Senin (11/9).

Al Jazeera melaporkan, pejuang ISIL menyergap sebuah konvoi polisi di Semenanjung Sinai dalam sebuah skema serangan yang menewaskan 18 petugas dan mencederai 7 lainnya. Ini terhitung sebagai salah satu serangan mematikan ISIL setelah Juli lalu ISIL berhasil membunuh 23 tentara di Rafah.

Semenanjung Sinai diketahui sebagai salah satu kawasan yang terus bergejolak karena ISIL terus melakukan perlawanannya.

Pejabat polisi dan militer Mesir mengatakan bahwa konvoi tersebut diserang sebuah bom di pinggir jalan yang membuat hancur dan membakar empat kendaraan lapis baja serta lima kendaraan yang membawa peralatan sinyal. Setelah bom meledak, ISIL kemudian melepaskan hujan tembakan dengan senjata serbu terhadap truk yang membawa pertugas keamanan.

Di antara mereka yang tewas adalah dua letnan polisi. Yang terluka termasuk seorang brigadir jenderal polisi. Para pejabat berbicara dengan syarat karena tidak diberi wewenang untuk mengkonfirmasi serangan mematikan itu kepada media.

ISIL atau ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut dalam sebuah pernyataan singkat di situs Aamaq, situs yang diketahui berafiliasi dengan ISIS.

Serangan tersebut terjadi sekitar 30 kilo meter barat el-Arish di utara Sinai, pusat pemberontakan lama yang sekarang didikuasi ISIL.

Kementerian Dalam Negeri mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa serangan tersebut terjadi pada hari Senin dan beberapa polisi tewas atau terluka. Tetapi tidak memberikan jumlah korban.

Serangan ini adalah yang paling mematikan dalam dua tahun terakhir. Penyergapan tersebut terjadi sehari setelah pihak berwenang mengatakan bahwa mereka telah menggerebek sebuah perencanaan serangan di sebuah sel di Kairo, Mesir. Pihak kepolisian mengatakan berhasil membunuh 10 militan dan dua serangan serentak di sebuah apartemen di daerah padat penduduk di Kairo.

Baca Juga:  Hilirisasi Kakao dan Kopi untuk Peningkatan Produksi Olahan Perkebunan

Otoritas kepolisian Kairo mengatakan anggota militan kini sudah mulai menyelinap di ibukota. Namun tidak menyebutkan bahwa militan yang dimaksud terkait dengan anggota ISIL.

El-Arish, ibu kota provinsi Sinai Utara, telah menjadi lokasi konflik reguler antara pasukan pemerintah dan pejuang ISIL dalam beberapa bulan terakhir.

Mesir telah memerangi pejuang di Sinai selama bertahun-tahun, namun pemberontakan tersebut menjadi jauh lebih mematikan setelah Mohamed Morsi digulingkan pada 2013 silam.

Seorang analis, Yehia Ghanem mengatakan bahwa kekerasan yang intensif di Sinai selama empat tahun terakhi telah digunakan oleh pemerintah Mesir untuk meningkatkan represi di seluruh negeri.

“Rezim Mesir telah memulai kekerasan di Sinai – di seluruh negeri tapi secara khusus di Sinai. Ini adalah sebuah kebijakan yang menimbulkan kekerasan di sana,” katanya.

Sekadar diketahui, Semenanjung Sinai berbatasan dengan Israel dan Jalur Gaza. (ed)

(Editor: Eriec Dieda)

Loading...

Terpopuler