Kehadiran Militer AS Sudah Tidak Diperlukan di Suriah

militer AS di Suriah
Pasukan Militer AS

NUSANTARANEWS.CO – Amerika Serikat (AS) harus segera menarik pasukannya dari Suriah, karena kehadiran militernya sudah tidak masuk akal – terutama di tengah kemenangan pasukan pemerintah Suriah dan sekutu-sekutunya di medan pertempuran, kata sekretaris parlemen Suriah, Khaled Aboud, kepada Sputnik pada Sabtu.

Abound juga menjelaskan bahwa pasukan pemerintah Suriah sekarang telah meraih kemenangan dan bergerak jauh, jadi sudah tidak ada lagi kepentingan militer AS, termasuk mempertahankan kekuatan-kekuatan bersenjata di kawasan.

Terkait konteks Pertemuan Tingkat Tinggi (KTT) AS dan Rusia, Abound mengomentari bahwa KTT tersebut seharusnya fokus pada penyelesaian konflik Suriah, di antara isu-isu lainnya. Rusia datang dengan catatan prestasi yang jelas. Sementara AS tidak memiliki apapun untuk diletakan di atas meja.

Pada hari Jumat, media AS melaporkan bahwa Presiden Donald Trump berharap untuk mencapai kesepakatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang akan menetapkan penarikan militer AS dari Suriah.

Menurut Mahmoud Afandi, seorang perwakilan dari kelompok oposisi Astana, mengatakan bahwa Moskow dan Washington sedang mempersiapkan sebuah kesepakatan untuk menyerahkan zona de-eskalasi selatan Suriah dan pangkalan AS di Al Tanf ke tangan Rusia.

Pada bulan April, Trump sempat mengatakan bahwa dia akan menarik pasukan militer AS dari Suriah, dan menambahkan tidak akan terlibat dalam proyek rekonstruksi Suriah. Tapi, tak lama kemudian, Trump mengatakan bahwa pasukan AS akan tetap di sana sampai AS bisa meninggalkan “jejak yang kuat dan abadi” di wilayah tersebut.

Menjelang pertemuan dengan Presiden Putin, Presiden Trump mengatakan bahwa dia berencana akan membahas situasi di Suriah dan Ukraina. “Kita akan berbicara tentang Ukraina, kita akan berbicara tentang Suriah, kita akan berbicara tentang pemilihan. Kita tidak ingin ada yang merusak pemilihan. Kita akan berbicara tentang peristiwa dunia. Kami akan berbicara tentang perdamaian,” ucap Trump, seperti dilansir Tass pada hari Minggu (1/7).

Baca Juga:  Terbangun di Bangku Pagi Itu, Mengenang Gerimis di Matamu

“Kami bahkan mungkin akan berbicara tentang menghemat jutaan dolar untuk senjata. Mungkin bisa meredam ketegangan dengan Cina, juga Rusia. Itu tidak akan menjadi hal yang buruk. Tapi saya pikir memiliki hubungan dengan Cina, dan Rusia itu adalah hal yang baik,” sambungnya.

Washington dan Moskow telah mengumumkan agenda KTT tersebut pada 16 Juli 2018 di ibu kota Finlandia, Helsinki.

Sebelumnya, pada Rabu (27/6/2018), Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton telah bertemu dengan Presiden Putin di Moskwa, yang salah satu pembicarannya adalah membahas agenda pertemuan antara kedua pemimpin negara. (Banyu)