Connect with us

Hankam

Kecanggihan F-16 Viper Yang Akan Dibeli Indonesia

Published

on

Kecanggihan F-16 Viper

Kecanggihan F-16 Viper/Foto: beaufortairshow

NUSANTARANEWS.CO – Kecanggihan F-16 Viper yang akan dibeli Indonesia. Kepala Staf TNI-AU, Marsekal Yuyu Sutisna mengatakan bahwa Angkatan Udara berencana untuk menambah dua skuadron tempur dengan F-16V (Viper) Blok 70/72 Lockheed Martin. Pengadaan ini disesuaikan dengan fase ketiga dan terakhir dari program modernisasi TNI-AU dalam memenuhi Minimum Essential Force (MEF) yang berlangsung dari tahun 2020 hingga 2024. Selain itu, TNI-AU juga akan segera menuntaskan pengadaan jet tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia.

Kepala Staf juga menambahkan bahwa, “Proposal pengadaan F-16 diharapkan dapat diproses pada 1 Januari 2020. Sehingga akan meningkatkan kekuatan kita. Jika kita memilikinya, kita akan menjadi di antara mereka yang memiliki F-16 canggih.”

Sebagai informasi, F-16V adalah varian paling canggih dari jet tempur legendaris F-16 Fighting Falcon. Meski secara fisik tidak berbeda dengan F-16 sebelumnya, namun F-16V memiliki sejumlah keunggulan dan masuk dalam kategori generasi ke-4+.

Elemen terpenting dari Viper adalah radar Active Electronically-Scanned Array (AESA) yang canggih yang mampu memindai secara elektronik dan mengalihkannya dari satu lokasi ke lokasi lain tanpa perlu gerakan. Radar menyebar sinyal melalui banyak frekuensi radio, membuat mereka sulit untuk dideteksi dan dijamming. Teknologi ini memungkinkan pesawat tidak mudah terdeteksi oleh lawan. Radar AESA juga digunakan pada pesawat tempur generasi kelima, seperti F-22 dan F-35. F-16V juga kompatibel dengan rudal udara ke udara AIM-9X dan rudal AGM-88 HARM atau bom JDAM untuk menyerang situs radar musuh.

Kokpit pesawat menggunakan central pedestal display yang dikembangkan oleh Elbit Systems of America. Viper juga memiliki perangkat komputer yang telah ditingkatkan dan beberapa perangkat tambahan sistem lainnya, termasuk datalink baru, yang menjadikkan interoperabilitas dengan pesawat F-22 dan F-35. Viper juga dirancang untuk melakukan peperangan elektronik.

Baca Juga:  Apa Titik Fokus Visi Poros Maritim Dunia?

Juru bicara Lockheed Martin mengatakan kepada Jane bahwa, “Lockheed Martin berkomitmen untuk mendukung Angkatan Udara Indonesia dan siap untuk mendukung kebutuhan pertahanan masa depan mereka,” kata sang jubir (5/11) saat dikonfirmasi.

Menurut Jane, F-16V telah diidentifikasi oleh TNI-AU sebagai pengganti jet tempur ringan BAE Systems Hawk 109/209 yang telah beroperasi sejak pertengahan 1990-an. TNI-AU saat ini mengoperasikan sekitar 30 Hawks. Tidak mengherankan bila TNI-AU berencana untuk mengakuisisi dua skuadron F-16V yang mencakup 32 pesawat.

TNI-AU sendiri sudah mengoperasikan lebih dari 30 jet tempur F-16 yang diperbaharui dan ditingkatkan setara dengan Blok 52 atau jet tempur generasi keempat.

Selain itu, TNI-AU juga akan menuntaskan pembelian jet tempur kelas berat Sukhoi Su-35 Flanker-E dari United Aircraft Corporation (UAC) Rusia senilai US$ 1,14 milyar untuk 11 pesawat.Kesepakatan juga meliputi komitmen offset dan countertrade yang dengan pihak Rusia. Di bawah kontrak, Rusia akan membeli komoditas Indonesia serta berinvestasi dalam industri pemeliharaan, perbaikan, dan perbaikan pesawat terbang (MRO) Indonesia.

Namun, kesepakatan itu mendapat tekanan keras dari Washington melalui Undang-Undang Penentang Lawan Amerika melalui Sanksi (CAATSA), yang mengharuskan sekutu AS untuk menahan diri dari pengadaan peralatan Rusia.

Untuk jangka panjang, TNI-AU telah melibatkan diri dalam program jet tempur KFX Korea Selatan. Sejak 15 Juli 2010, pemerintah Indonesia telah setuju untuk mendanai 20% biaya proyek KF-X dengan imbalan sekitar 50 jet tempur yang dibangun untuk TNI AU setelah proyek selesai. (Banyu)

Terpopuler