Karir dan seks/Foto Ilustrasi/Daily mail/Nusantaranews
Karir dan seks/Foto Ilustrasi/Daily mail/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – seorang terapis sekaligus direktur program perawatan kecanduan seksual di Pine Grove Hattiesburg, Mississippi bernama Deborah Schiller menemukan bahwa, kecanduan seks dapat digambarkan seperti sesuatu yang “kronis” dan “menghancurkan”.

“Ada kesalahan di otak dan orang yang dilahirkan dengan reseptor dopamin lebih sedikit dari pada yang lain tidak dapat menghargai diri mereka sendiri dari dalam,” katanya seperti dilansir dari The Independent.

Menurutnya, kecanduan seks berupa dorongan hasrat akan sesuatu yang harus mereka dapatkan untuk diri mereka dari luar yang dalam hal ini dikaitkan dengan seks, dan mereka merasa sangat tergantung akan hal tersebut dalam hal pengendalian diri mereka dan tingkat stres yang mereka hadapi.

Sayangnya, sebagaimana diabetes menurut Schiller kecanduan seks juga bukanlah sesuatu yang dapat diobati.

Tapi pecandu seks dapat mendapatkan pertolongan melalui peralatan media untuk mengatasi kecanduan mereka dengan demikian menghentikan kehidupan mereka yang buruk, serta mengendalikan diri mereka untuk tidak menyakiti orang yang mereka cintai dan menyebotase karir mereka.

Schiller juga menjelaskan bahwa serangan seksual dan pemerkosaan adalah hal yang berbeda dengan kecanduan seksual.

“Pemerkosaan adalah serangan kekerasan. Ini bukan tentang seks, tetapi ini tentang dominasi yang seperti mengalahkan seseorang,” ujarnya.

Kecanduan seks bukan tentang pemaksaan yang dilakukannya, akan tetapi seberapa besar seks dapat mempengaruhi kehidupannya sehari-hari dan merasa sangat tergantung akan seks.

Baca: Kecanduan Seks? Cermati Arti dan Penyebabnya Ini (1)

Penulis: Riskiana
Editor: Sulaiman

Komentar