Connect with us

Hankam

Kaya Prestasi, Letjen Doni Monardo Dinilai Tepat Pimpin BNPB

Published

on

Kaya Prestasi, Letjen Doni Monardo Dinilai Tepat Pimpin BNPB

Letnan Jenderal Doni Monardo. (Foto: Antara)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Presiden Jokowi resmi melantik Letjen Doni Monardo sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Istana Negara, Rabu (9/1/2019). Letjen Doni menggantikan Willem Rapangilei yang menjabat sejak 2015.

Pelantikan Letjen Doni Monardo sebelumnya sempat ditunda menyusul adanya aturan yang menyebutkan bahwa prajurit TNI aktif tidak boleh menjabat Kepala BNPB. Aturan itu tertuang dalam UU No 34 Tahun 2004 tentang Tentara nasional Indonesia (TNI) dan UU No 39 tahun 2010 Pasal 47 (2). Maksudnya, dalam pasal itu disebutkan prajurit aktif dapat menduduki jabatan pada kantor yang membidangi koordinator bidang Politik dan Keamanan Negara, Pertahanan Negara, Sekretaris Militer Presiden, Intelijen Negara, Sandi Negara, Lembaga Ketahanan Nasional, Dewan Pertahanan Nasional, Search and Rescue (SAR) Nasional, Narkotik Nasional, dan Mahkamah Agung. Hal itu diperjelas lagi dalam pasal 32 (1) PP No 39 tahun 2010. BNPB tidak termasuk di dalamnya.

Baca juga: Peran Sejarah Letnan Jenderal TNI Doni Monardo

Baca juga: Hidupkan Lahan Mati, Program ‘Emas Hijau’ Sukses Dongkrak Hasil Petani Maluku

Dengan kata lain, Letjen Doni harus pensiun terlebih dahulu untuk menjadi Kepala BNPB yang sebelumnya dipegang oleh pensiunan bintang dua TNI AL Laksamana Muda (Purn) Willem Rapangilei.

Namun tampaknya, kali ini berbeda. Letjen Doni tak perlu harus pensiun terlebih dahulu untuk menjabat Kepala BNPB. Artinya, posisi itu kini dipegang Pati TNI aktif.

Terlepas dari itu, pengamat militer Susaningtyas Kertopati menilai Letjen TNI Doni Monardo adalah sosok yang tepat menjabat sebagai Kepala BNPB yang baru. “Mantan Danjen Kopassus ini sarat prestasi, terutama ketika bertugas di Maluku,” katanya, Rabu (9/1).

Sebagai Pangdam Pattimura waktu itu, kata dia, Letjen Doni sangat piawai merangkul seluruh lapisan masyarakat hingga terwujud kondisi keamanan yang stabil. Program Emas Hijau dan Emas Biru menjadi andalan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan hasil bumi di hutan dan di laut.

“Disusul Program Emas Putih, maka Letjen TNI Doni Monardo banyak mendapat pujian dari banyak pengamat militer di dalam negeri dan di luar negeri,” sebutnya.

Baca juga: Administrasi Pemerintahan Amburadul, Penundaan Pelantikan Letjen Doni Menjadi Kepala BNPB Dinilai Sudah Benar

Baca juga: Gubernur Maluku Akui Kehebatan Program Emas Biru dan Emas Hijau

Prestasi berikutnya tatkala Letjen Doni bertugas sebagai Pangdam Siliwangi mengundang berbagai kalangan masyarakat untuk berpartisipasi dalam Program Citarum Harum. Terjun langsung memimpin para prajurit, jenderal bintang tiga ini sanggup bekerja hampir 24 jam sehari selama berminggu-minggu.

Keuletan kerja inilah yang menarik bagi Presiden Joko Widodo sehingga layak dipromosikan sebagai Kepala BNPB. Serangkaian bencana alam sepanjang tahun 2018 dan beberapa tahun terakhir yang mendera Indonesia menuntut sosok Kepala BNPB yang mampu bekerja tak kenal lelah.

“Manajemen bencana memang harus dibenahi agar semua stakeholders dapat terintegrasi. Sebagai Kepala BNPB, ia diharapkan mampu mengkoordinir BMKG, Basarnas, TNI, Polri dan Pemda ketika situasi darurat menghadapi bencana,” urainya.

(eda/asq)

Editor: Almeiji Santoso

Terpopuler