Connect with us

Kesehatan

Kawal Vaksinasi Covid-19, Bupati Pamekasan Ajak Masyarakat Tangkal Hoax

Published

on

Kawal vaksinasi Covid-19, Bupati Pamekasan ajak masyarakat tangkal hoax.

Kawal vaksinasi Covid-19, Bupati Pamekasan ajak masyarakat tangkal hoax/Foto: Bupati Pemekasaan saat meminpin rapat bersama forkopimda terkait vaksin Covid-19.

NUSANTARANEWS.CO, Pemekasan – Kawal vaksinasi Covid-19, Bupati Pamekasan ajak masyarakat tangkal hoax. Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) gelar rapat koordinasi vaksinasi Covid-19 di ruangan Pringgitan Pendopo Agung Ronggosukowati Pamekasan, Senin (25/1).

Dalam acara yang dihadiri Kadinkes Pamekasan, dr. Achmad Marzuki tersebut membahas beberapa hal, seperti kebutuhan dan distribusi vaksin, syarat penerima vaksin, tempat dan waktu pelaksanaan dan alur pelayanan.

Bupati Pamekasan, Badruttamam dalam sambutannya mengingatkan kalau sebelum vaksinasi ini benar-benar didistribusikan, kita harus paham akan 4 hal ini:

“Pertama kita harus pahami tentang faktor ekonomi, akibat pandemi ini masyarakat banyak yang kehilangan pekerjaan dan banyak beredar di lapangan, kita mati bukan karena Covid-19 tapi karena kelaparan.”

Tidak hanya itu, Badruttamam juga mengajak untuk tangkal hoax dan halusinasi, “Banyak hoax dan halusinasi yang beredar di masyarakat, jadi kita musti hati-hati terhadap info yang tidak jelas sumbernya,” imbuhnya

Yang ketiga, Bupati muda yang juga mantan anggota DPRD Jatim dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pamekasan ini lebih lanjut menjelaskan bahwa ada Permainan Konspirasi mengganggu instabilitas dan perlindungan negara. Ada yang bilang penyakit ini sengaja dibuat Cina, atau pihak kesehatan dan otoritas pemerintah sengaja memanfaatkan ini untuk keuntungan bisnis semata.

Selain itu kini serba berubah gara-gara Covid-19, dulu kita bergerombol sekarang kita harus menjaga jarak, dulu kita bebas salaman sekarang kita tidak dianjurkan, dulu kita belajar di kelas sekarang belajar online. “Ada perubahan perilaku dan kebiasaan yang tidak hanya dialami kita, tapi seluruh umat manusia,” tutupnya. (mf)

Baca Juga:  Adaptasi Kebiasaan Baru dan Pengembangan Produk Pariwisata Bulu Kumba

Loading...

Terpopuler