Connect with us

Lintas Nusa

Kawal Pemilu 2019 PMII Dan Mahasiswa Ponorogo Gelar “Jagong Demokrasi”

Published

on

Kawal Pemilu 2019 PMII Dan Mahasiswa Ponorogo Gelar “Jagong Demokrasi”. (FOTO; NUSANTARANEWS.CO/Istimewa)

Kawal Pemilu 2019 PMII Dan Mahasiswa Ponorogo Gelar “Jagong Demokrasi”. (FOTO; NUSANTARANEWS.CO/Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Ponorogo – Menyongsong pesta demokrasi pada tanggal 17 April 2019 bertempat di kampus Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ponorogo bekerjasama dengan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) INSURI dan KPUD Ponorogo menggelar Jagong Demokrasi.

Dalam acara tersebut dihadiri oleh empat narasumber sebagai pemantik diskusi yakni Erwan Dwi Wahyunanto (Ketua Umum PMII Cabang Ponorogo), Siswanto (Ketua DEMA INSURI Ponorogo), M Kharis Bustomy dan Ika Solekha Putri (Relawan Demokrasi KPUD Ponorogo) serta dihadiri oleh puluhan anggota PMII dan anggota DEMA INSURI Ponorogo.

Dalam paparannya, Siswanto menyampaikan akan pentingnya sikap kritis mahasiswa dalam menghadapi pesta demokrasi yang sebentar lagi akan dilaksanakan, sikap kritis tersebut dimaksudkan agar kelompok mahasiswa tidak salah dalam memilih calon wakil rakyat untuk masa lima tahun kedepan.

“Diskusi-diskusi semacam yang dijalankan tersebut sangat penting untuk memberikan edukasi kepada kelompok mahasiswa akan pentingnya sikap kritis terhadap agenda lima tahunan tersebut,” katanya.

Ketua PMII Ponorogo, Erwan Dwi Wahyunanto, menyampaikan mahasiswa dalam sejarahnya selalu memiliki peran penting dalam keberlangsungan demokrasi di Indonesia. Sejak zaman orde lama sampai era reformasi saat ini mahasiswa selalu berada pada garis terdepan dalam mengawal dan menentukan arah demokrasi Indonesia.

Loading...

“Oleh sebab itu mahasiswa saat ini secara tidak langsung juga harus tertuntut untuk meneruskan jejak langkah mahasiswa-mahasiswa sebelumnya guna memastikan arah demokrasi yang sehat bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Di samping itu ia juga menyampaikan dalam menghadapi pesta demokrasi pada tanggal 17 april nanti mahasiswa harus mengambil peran untuk memastikan pesta demokrasi tersebut bisa berjalan dengan aman, tertib serta berdaulat. Dalam hal ini ia mengajak seluruh kelompok mahasiswa untuk turut mengawasi proses pelaksanaan pemilu 2019 tersebut.

Baca Juga:  Beri Pelayanan di Long Berang, 7 Jam dari Malinau Kota

“Kami, PMII telah bekerjasama dengan Bawaslu Kabupaten Ponorogo untuk melakukan pengawasan partisipatif dalam pelaksanaan pemilu 2019 ini. Jadi kami bisa melaporkan kepada pihak yang berwenang jika ditemukan pelanggaran-pelanggaran pemilu nantinya. Serta kami juga komitmen untuk turut menepis berita-berita bohong serta ujaran kebencian di tengah masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa harus lebih banyak berdiskusi dan turut memikirkan apa yang harus dilakukan baik oleh calon terpilih, masyarakat hingga mahasiwa setelah pelaksanaan pemilu nanti. Menurutnya berdiskusi soal secound line ini akan menjadi langkah strategis mahasiswa untuk turut memberikan kontribusi dan sumbangsih pemikiran untuk kemajuan pemerintahan Indonesia mendatang. Dengan begitu apa yang menjadi cita-cita bersama yakni tercapainya kesejahteraan rakyat dan terciptanya masyarakat madani akan dapat diwujudkan.

Sementara itu dari Tim Relawan Demokrasi KPUD Ponorogo dalam kegiatan ini menyampaikan akan pentingnya kesadaran demokrasi yakni dengan ikut memberikan pilihan pada 17 april nanti. Karena suara yang kita berikan akan menentukan arah kita dalam lima tahun mendatang. Pihaknya mengajak seluruh mahasiswa untuk menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya. Dalam kesempatan ini Tim Relawan turut mensosialisasikan bagaimana tata cara dan mekanisme pencoblosan pada pemilu nanti agar supaya tidak terjadi kesalahan dalam mencoblos mengingat akan banyaknya surat suara yang akan digunakan dalam pemilu tersebut. (mys/nn)

Editor: Achmad S.

Loading...

Terpopuler