Connect with us

Berita Utama

Kata Rusia: AS-NATO Berkolaborasi dengan ISIS di Afghanistan

Published

on

Kata Rusia: AS-NATO berkolaborasi dengan ISIS di Afghanistan.

Kata Rusia: AS-NATO berkolaborasi dengan ISIS di Afghanistan/Foto: ccbs.news

NUSANTARNAEWS.CO, Moskwa – Kata Rusia: AS-NATO berkolaborasi dengan ISIS di Afghanistan. Fakta dilapangan menunjukkan bahwa terjadi intens interaksi antara Amerika serikat (AS) dengan teroris ISIS di Afghanistan. Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova, Rusia telah mengidentifikasi adanya helikopter tak bertanda yang melakukan penerbangan di daerah-daerah di mana kelompok-kelompok teroris ISIS aktif.

“Tidak mungkin ada kegiatan seperti itu tanpa sepengetahuan pasukan AS-NATO yang memiliki kendali penuh atas wilayah udara Afghanistan,” ungkap Zakharova

Zakharova juga menyebutkan bahwa Moskow telah berulang kali menerima informasi yang menunjukkan tentang interaksi AS dengan kelompok teroris ISIS di Afghanistan, tambahnya dalam briefing pada hari Kamis.

Dikatakan lebih lanjut bahwa, Rusia mengetahui aktivitas helikopter tak bertanda melakukan penerbangan di daerah-daerah, di mana teroris ISIS aktif, khususnya di utara Afghanistan – kegiatan ini adalah bala bantuan untuk teroris, termasuk mengevakuasi teroris yang terluka atau tewas.

Direktur Departemen Asia Kedua Kementerian Luar Negeri Rusia Zamir Kabulov mengatakan bahwa, Rusia telah menerima informasi tentang fakta spesifik terkait dengan kerja sama koalisi pimpinan AS dengan ISIS di Afghanistan, ujarnya selama acara online yang diselenggarakan oleh Valdai International Discussion Club.

Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai adalah orang pertama yang mengungkapkan pertama kali bahwa AS berkolusi dengan ISIS di Afghanistan dan mengizinkan kelompok teroris tersebut untuk berkembang selama Perang Afgnaisntan.

Dalam konteks yang sama, Kepala Staf angkatan bersenjata Iran, Jenderal Mohammad Hossein Baqeri, mengatakan pada Februari 2018 bahwa, “setelah menyaksikan ISIS dan kelompok teroris terorganisir lainnya kehilangan tanah mereka di Irak dan Suriah, AS memindahkan mereka ke Afghanistan.”

Baca Juga:  Wanita Sering Lakukan Vaginal Douche Berpotensi Alami Kanker Ovarium

Sekitar setahun kemudian, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Laksamana Ali Shamkhani, dan Sekretaris Dewan Keamanan Federasi Rusia Nikolai Patrushev memperingatkan tentang relokasi sisa-sisa ISIS ke Afghanistan. (Agus Setiawan)

Loading...
Advertisement

Terbaru

Advertisement

Terpopuler