Petani Panen Padi/Foto: agri.co.id
Petani Panen Padi/Foto: agri.co.id

NUSANTARANEWS.CO – Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan bahwa pada akhir Januari panen raya akan dimulai. Menurut Kementan Amran potensi panen pada bulan Februari dapat mencapai 4,9 juta ton. “Atau surplus 3 juta ton beras, tegas Amran sebagaimana dilansir Antaranews.

Ditengah kelebihan stok beras nasional tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla malah menggelar rapat terbatas terkait impor beras dengan para menteri dan pejabat terkait. Wapres beralasan bila harga beras kelas medium telah mencapai harga lebih dari Rp 11.000 per kg, melampaui harga eceran tertinggi (HET) Rp 9.450 per kg maka sudah masuk dalam ketentuan untuk mengimpor.

Menurut JK, harga yang semakin tinggi dikhawatirkan akan mempengaruhi inflasi nasional yang berefek pada kegiatan perekonomian.

Oleh karena itu, saat ini, pemerintah akan mengecek kondisi potensi panen padi di lapangan dalam 2 pekan ke depan sembari melakukan operasi pasar yang intensif untuk meredam harga beras yang naik belakangan ini.

Terkait dengan itu, Kementan mengklaim bahwa Indonesia tidak perlu melakukan impor beras karena produksi Desember 2017 di lahan seluas 1,1 juta hektare menghasilkan 6 juta ton gabah kering giling atau 3 juta ton beras.

“…Desember hingga Januari di berbagai daerah panen raya, termasuk di Gunung Kidul,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian Momon Rusmono pada Panen Raya Padi Segreng di Bulak Dusun Melikan, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa.

Momon mengatakan capaian 3 juta ton beras mampu mencukupi kebutuhan nasional sebesar 2,6 juta ton sehingga masih surplus 0,4 juta ton beras. Peningkatan luas tanam musim kering Juli-September merupakan solusi permanen dari dampak upaya khusus (Upsus) Kementan dengan menyelesaikan rehabilitasi irigasi tersier 3,4 juta hektare.

Selain itu juga, Kementan melakukan pengembangan lahan rawa 367 ribu hektare, mekanisasi dengan bantuan alsintan traktor, pompa, rice transplater, combine harvester 284.436 unit, termasuk memberikan bantuan benih 12,1 juta hektare, pupuk bersubsidi 27,64 juta ton, serta asuransi usaha tani padi 1,2 juta

Ada kenaikan dua kali lipat setelah Upsus yang tadinya hanya 500 ribu hektare per bulan. (Aya)

Komentar