Delegasi Korea Utara/Foto: abc.net.au
Delegasi Korea Utara/Foto: abc.net.au

NUSANTARANEWS.CO – Pyongyang mengatakan perlucutan senjata tidak akan menjadi bagian dari diskusi. Juru bicara utama Pyongyang, Ri Son Gwon menyatakan bahwa, semua senjata kita, termasuk bom atom, bom hidrogen dan rudal balistik, hanya ditujukan ke Amerika Serikat (AS), bukan saudara kita, juga Cina dan Rusia.

Selanjutnya Ri juga mengulangi permintaan kepada Seoul agar menghentikan semua kegiatan militer bersama AS.

Pernyataan Kepala delegasi Korea Utara tersebut, muncul sebagai akibat ketidakpuasan terhadap pihak Korea Selatan yang menyinggung program nuklir Pyongyang dalam dialog tingkat Menteri yang diadakan selama sekitar sebelas jam diselingi jeda pada hari Selasa (09/01/2018) di Panmunjom, sebuah desa di garis demarkasi militer yang memisahkan kedua negara.

Dalam sebuah pernyataan bersama kepada media setelah perundingan tersebut, Korea Utara berjanji akan mengirim sebuah delegasi besar dalam Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang bulan depan di Korea Selatan.

Pejabat dari kedua belah pihak juga mengatakan bahwa mereka sepakat untuk bertemu lagi guna menyelesaikan masalah dan mencegah konflik di tengah ketegangan yang tinggi mengenai pengembangan program rudal nuklir Korea Utara yang mampu menyerang AS.

Namun Pyongyang dengan tegas menyatakan masalah perlucutan senjata (denuklirisasi) tidak akan menjadi bagian dari agenda dialog berikutnya. Tapi sepakat untuk melangsungkan dialog militer guna meredam ketegangan dan mengaktifkan ulang hubungan di berbagai bidang.

Pernyataan Bersama itu juga menyebutkan kedua pihak akan menyelesaikan semua isu bilateral melalui dialog sebagai satu bangsa. Korea Selatan telah mengusulkan membuat persiapan bagi melanjutkan kembali reuni keluarga-keluarga yang terpisah akibat Perang Korea. Namun para delegasi gagal mencapai kesepakatan dalam hal ini.

Kepala delegasi Korea Selatan, Menteri Unifikasi Cho Myoung-gyon, memuji pertemuan itu sebagai hal yang penting guna mengembalikan dan mengembangkan hubungan bilateral. Cho mengatakan langkah pertama telah diambil sebagai upaya mencari penyelesaian yang telah berlarut-larut.

Seoul juga mengatakan bahwa pihaknya siap untuk mengangkat beberapa sanksi sepihak sementara sehingga warga Korea Utara dapat mengunjungi Olimpiade Musim Dingin.

Lebih jauh, Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengatakan bahwa perundingan kemarin dapat menjadi landasan diskusi mengenai “resolusi mendasar” dari isu nuklir tersebut.

“Kami akan berkoordinasi dengan erat dengan AS, Cina, Jepang dan tetangga lainnya dalam proses ini,” katanya, menambahkan bahwa Seoul telah meminta Korea Utara untuk menghentikan tindakan yang memicu ketegangan.

Seorang juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih mengatakan bahwa partisipasi Korea Utara di Olimpiade merupakan peluang Pyognyang untuk mengakhiri isolasi internasionalnya dengan denuklirisasi.

Terkait dengan pernyataan delegasi Korut bahwa AS merupakan satu-satunya target potensial senjata nuklir Korea Utara, Gedung Putih belum memberi komentar.

Seperti diketahui, AS pada awalnya tidak begitu antusias menanggapi gagasan pertemuan antar Korea, namun Presiden Trump kemudian menyebut pertemuan itu sebagai “hal yang baik” dan mengatakan bahwa dia bersedia berbicara dengan Kim.

Sekjen PBB Antonio Guterres juga menyambut baik kemajuan yang dicapai dalam pembicaraan tersebut, terutama kesepakatan untuk mengadakan pembicaraan militer-ke-militer, sebagai langkah penting untuk menurunkan risiko salah perhitungan.

Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan bahwa mereka senang melihat pembicaraan antara Korea Utara dan Korea Selatan dan menyambut sebagai langkah positif.

Seorang juru bicara Kremlin menyebut pertemuan itu sebagai sebuah dialog yang penting.

Dialog antar Korea tersebut merupakan yang pertama sejak tahun 2015. (Banyu)

Komentar