Ustadzah Nani Handayani yang sedang memberikan tausiyah di acara Syiar Kemuliaan Metro TV. Foto: Screenshot/YouTube
Ustadzah Nani Handayani yang sedang memberikan tausiyah di acara Syiar Kemuliaan Metro TV. Foto: Screenshot/YouTube

NUSANTARANEWS.CO – Ceramah Ustadzah Nani Handayani, Selasa (5/12/17) dalam acara Syiar Kemuliaan di Metro TV berhasil menghebohkan publik madia sosial.

Pasalnya, Nani melakukan kesalahan fatal dalam penulisan potongan ayat Al-Qur’an Surat Al-Ankabut Ayat 45 dan Surat Al-Ahzab Ayat 21. Tak hanya salah dalam penulisan, tetapi arti yang muncul sangat jauh dari kaedah bahasa Arab.

Ketua Umum Ikatan Sarjana Quran Hadis Indonesia (ISQHI), Fauzan Amin menilai persoalan kesalahan penulisan ayat yang dilakukan ustadzah Nani, adalah hal yang wajar dan manusiawi.

Namun bagi seorang da’i, lanjut dia, salah dalam menulis ayat secara berulang-ulang bukan hal etis. Karenanya, akan menunjukkan kualitas yang kurang baik.

“Turut menyesali kejadian tersebut, apalagi di lakukan oleh profesional yang di tonton jutaan pemirsa,” kata dia dalam keterangan tertulisnya kepada Nusantaranews.co, Rabu (6/12/2017).

Atas kasus itu, Fauzan menyarankan kepada media agar selektif memilih da’i. “Tidak hanya berdasarkan popularitas, artis, lucu, atau terkenal. Akan tetapi pemahaman agama, latar belakang pendidikan dan kompetensi harus didahulukan,” sambungnya.

Menurut pria yang aktif di Ikatan Da’i Muda Indonesia (IDMI-DKI) Jakarta ini sikap kehati-hatian wajib dilakukan demi meminimalisir kejadian yang tidak di inginkan.

Terlepas dari kejadian ini, dirinya berharap kepada semua media televisi dan lembaga-lembaga dakwah lainnya agar lebih berhati-hati dalam memilih da’i untuk menghindari kesalahan-kesalahan fatal.

“Sangat perlu mencari da’i atau peceramah yang mumpuni dengan kualitas terbaik,” tegasnya. (*)

Editor: Romandhon

Komentar