Ekonomi

Kasus Merpati, Bail Out Bisa Dilakukan Untuk Menyelamatkan Maskapai

Merpati Nusantara Airline (Foto @Merpati)
Merpati Nusantara Airline (Foto @Merpati)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pengamat penerbangan nasional, Arista Atmadjati menjelaskan bahwa dalam kasus Merpati sebenarnya langkah bail out (bantuan keuangan) gampang untuk dilakukan. Pasalnya upaya bail out juga sudah banyak dilakukan beberapa negara dalam menyelamatkan maskapai nasional flag carrier mereka.

“Memang keadaan keuangan negara kadang membuat kita ragu dalam mem-bail out, menalangi utang sebuah maskapai legacy,” kata Arista dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi Nusantaranews.co, dikutip Sabtu (20/10/2018).

Namun lanjut dia, skema pelunasan utang sebenarnya banyak opsi yang bisa dilakukan. Misal dengan mengundang investor luar dan memberikan sedikit ruang akusisi untuk sebagian kecil sahamnya.

“Kami sampaikan beberapa contoh maskapai flag carrier yang di bail out utangnya oleh pemerintah masig masing negara,” ujarnya.

Baca Juga:
Kita Harus Fokus Membuat Small Aircraft Saja! (Bagian 2)
Mempertahankan Dua Maskapai Nasional Flag Carrier adalah Ideal

Dia mencontohkan pada tahun 2018, maskapai Italia yakni Alitalia bermasalah dan pemerintah langsung turun tangan.

Baca Juga:  DPRD Nunukan Gelar RDP Tentang CSR dan Transparansi Anggaran Covid-19

Saat itu pemerintah Italia turun tangan untuk menyelesaikan masalah uang maskapai Alitalia senilai Rp 15 triliun (US$1 miliar). Pemerintah mencari cara untuk memperpanjang jangka jatuh tempo pinjaman selama 6 bulan atau pada 15 Desember 2018.

Nah, perpanjangan waktu ini pula kata Arista, mengutip Reuters (8/10/2018) digunakan untuk mencari investor baru bagi masa depan maskapai Alitalia.

Dipertahankannya Altilia ini karena maskapai tersebut merupakan simbol ekonomi pada masa pasca-perang Italia. “Baru-baru ini mereka mengalami kesulitan akibat persaingan dari maskapai penerbangan berbiaya rendah dan kereta api berkecepatan tinggi. Tahun lalu, Alitalia berada di bawah administrasi khusus setelah para pekerja menolak rencana penyelamatan perusahaan,” terangnya.

Editor: Romadhon

Ikuti berita terkini dari Nusantaranews di Google News, klik di sini.

Related Posts

1 of 3.050