Kasad: Binter Sebagai Roh Pengabdian TNI AD

NUSANTARANEWS.CO – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Mulyono, mengungkapkan Pembinaan Teritorial (Binter) sebagai fungsi utama TNI AD tetap harus dipahami sebagai roh pengabdian yang senantiasa diarahkan untuk mencapai terwujudnya ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh serta kemanunggalan TNI dan rakyat bagi kepentingan pertahanan negara di darat.

Hal tersebut dikatakan Kasad saat membuka apel Komandan Korem (Danrem) dan Komandan Kodim (Dandim) Terpusat Tahun 2016 yang diselenggarkan di Secapa Angkatan Darat, Jalan Hegarmanah nomor 52, Bandung Jawa Barat, Senin (14/11/2016).

Kasad Jenderal TNI Mulyono mengatakan, apel Danrem-Dandim terpusat ini merupakan program TNI AD bidang teritorial yang bertujuan untuk menambah wawasan dan menyamakan persepsi, pola pikir serta tindakan para Danrem-Dandim dalam melaksanakan kebijakan pimpinan TNI AD khususnya di bidang teritorial.

Selain itu, tujuan dilaksanakannya apel Danrem-Dandim ini untuk menginventarisir permasalahan pembinaan teritorial (Binter) di seluruh wilayah Indonesia sebagai bahan evaluasi guna merumuskan kebijakan-kebijakan bidang teritorial yang lebih tepat di masa yang akan datang untuk mengoptimalkan pencapaian sasaran tugas pokok TNI AD.

“Pemahaman yang komprehensif terhadap hakikat Binter ini perlu terus dikembangkan karena perkembangan lingkungan strategis juga terus bergerak semakin dinamis. Hal ini tentu saja membawa pengaruh pada cara berpikir masyarakat, serta menambah kompleksitas tantangan yang harus dihadapi oleh aparat komando kewilayahan dalam menjalankan tugasnya,” ujar Mulyono.

Dalam implementasinya, Kasad menjelaskan, kegiatan Binter yang dilaksanakan oleh aparat komando kewilayahan dilakukan dengan mengkonkretkan dan mengnyinergikan tugas-tugas pemberdayaan wilayah pertahanan aspek darat yang sarat dengan berbagai permasalahan sesuai karakteristik daerah penugasan masing-masing.

Berbagai persoalan sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang terjadi selama dekade pertama reformasi telah memulihkan kembali kesadaran dan harapan masyarakat terhadap peran TNI AD melalui Binter guna mengatasi permasalahan yang terjadi di masyarakat.

Baca Juga:  Datang Profesor Luar Negeri; Menag Ingin Perguruan Tinggi Islam Dapat Bersaing

Kesadaran dan harapan tersebut semakin menguat pada masa-masa setelah reformasi hingga saat ini. TNI AD lebih banyak diminta oleh pemerintah untuk membantu pelaksanaan program-program unggulan Kementerian maupun lembaga lainnya. Kembalinya kesadaran dan kepercayaan masyarakat juga ditunjukkan oleh hasil survey beberapa tahun terakhir yang selalu menempatkan TNI sebagai institusi yang paling dipercaya oleh masyarakat. (Deni/Nusantaranews)