Connect with us

Hukum

Kapolri Akan Menindak Tegas Mafia Pangan

Published

on

Tito

Jenderal Polisi Tito Karnavian Diambil Sumpah

NUSANTARANEWS.CO – Pangan adalah kebutuhan primer suatu bangsa. Pangan adalah hak yang harus dipenuhi oleh pemerintah kepada rakyatnya sebagaimana perintah Pembukaan UUD 45. Oleh karena itu, carut marut persoalan pangan harus segera diselesaikan secara komprehensif, jangan hanya secara parsial demi pencitraan. Untuk itu, Presiden Joko Widodo dituntut harus segera mengambil tindakan tegas dan nyata dalam memberantas kartel pangan yang telah menggurita di bumi nusantara ini.

Baca: Pangan Adalah Kebutuhan Primer Suatu Bangsa

Tidak dapat disangkal bahwa kebijakan impor pangan adalah permainan pat gulipat antara pihak swasta dengan pemerintah, antara pemburu rente dengan komprador. Koalisi tanpa bentuk inilah yang secara sistematis telah menghancurkan program kedaulatan pangan nasional. Apalagi ditengah situasi batas yang mengakibatkan terjadinya turbulensi pertumbuhan ekonomi global menjadi tidak menentu. Situasi gamang ini, dengan mudah dimanfaatkan oleh para pemburu rente untuk memperkaya diri dengan mengorbankan rakyat di tanah air.

Baca Juga: Indonesia Impor Pangan Dari 40 Negara

Melihat kejahatan luar biasa ini, Kapolri Jenderal Tito Karnavian harus berani mengambil tindakan tegas, setingkat penanganan kejahatan terorisme. Ulah kartel dan komprador mempermainkan harga pasar sama saja dengan perilaku teroris, bahkan lebih kejam, karena membunuh secara perlahan. Oleh karena itu, kejahatan kartel adalah kejahatan luar biasa.

Loading...

Dalam rapat koordinasi antara Polri dengan sejumlah instansi terkait di Mabes Polri (8/8) tersebut, hadir Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Kepala BKPM Thomas Lembong dan Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf.

Sesuai dengan Perintah Presiden Joko Widodo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, mengatakan bahwa pihaknya siap menindak tegas para pelaku mafia di sektor pangan. Karena ulah para mafia itu harga pangan menjadi tidak stabil.

Baca Juga:  Mewaspadai Perang Non Militer

Lebih lanjut, Tito memaparkan bahwa untuk menjaga kestabilan harga pangan di pasar saat ini, harus mulai dibenahi mulai dari tingkat produksi (hulu) hingga penyalurannya di lapangan (hilir). Jadi pengamanannya harus menyeluruh dari hulu hingga ke hilir.

Tito juga akan menjamin bahwa pihak Kepolisian akan menjaga keamanan sektor hilir, dan mengawal proses penyaluran bahan pangan dari produsen (petani) hingga ke konsumen (pembeli) di pasar. “Kita pastikan jalurnya ini aman, tidak ada manipulasi dari pihak-pihak tertentu,” ujarnya.

Baca: Impor 29 Kebutuhan Pangan Pokok Indonesia

Ia menegaskan bahwa sampai saat ini pihak Kepolisian sudah sangat siap mengamankan setiap langkah strategis yang dilakukan pemerintah khususnya di sektor pangan.(Banyu)

Artikel Terkait

  1. Jangan Menjadi Budak Di Negeri Sendiri
  2. Prediksi Ekonomi Indonesia Di Mata Dunia
  3. Keadilan Tidak Datang Dari Langit, Keadilan Harus Direbut
Loading...

Terpopuler