Kamaruddin Amin: Perkemahan Wirakarya PTK Harus Bersinergi dengan Pengabdian Masyarakat

Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam melakukan pematangan Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW PTK) XIV yang akan digelar pada 3-10 Mei. (Foto: Istimewa/NusnataraNews)
Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam melakukan pematangan Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW PTK) XIV yang akan digelar pada 3-10 Mei. (Foto: Istimewa/NusantaraNews)

NUSANTARANEWS.CO, Serpong – Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam melakukan pematangan Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW PTK) XIV yang akan digelar pada 3-10 Mei mendatang.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin mengharapkan kegiatan giat bakti dalam Perkemahan Wirakarya bisa disinergikan dengan pengabdian masyarakat. “Akan lahir ide dan gagasan segar dari para peserta dan bisa dikorelasikan dengan pengabdian masyarakat,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

“Kegiatan kepramukaan bisa ditransformasikan ke dalam model pengabdian yang bagus demikian juga sebaliknya program pengabdian masyarakat bisa ditransformasikan dalam gerakan pramuka,” tambahnya.

Untuk itu, lanjut Kamaruddin, penelitian yang berasis kepada pengabdian relevan untuk dijadikan bahan rujukan untuk memperkuat ragam kegiatan kepramukaan. “Perkemahan mahasiswa harus lebih bernuansa akademik yang berbasis penelitian dan pengabdian masyarakat,” katanya.

Baca juga: Persiapan Perkemahan Wirakarya PTK Nasional 2018 Sudah Hampir Final

Di hadapan para Wakil Rektor/Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan PTKIN, Guru Besar Hadits UIN Alauddin Makasar ini mengharapkan agar Perkemahan Wirakarya PTK menjadi sesuatu yang impresif, inovatif dan bermanfaat untuk jangka panjang dan dirasakan oleh masyarakat.

“Kemah yang kita rancang untuk mahasiswa bukan sekedar festivalisasi rutin, kurang fundamental dan impresif, tetapi kemah yang bernilai inovatif dan produktif,” terang Kamaruddin.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Arskal Salim GP mengamini apa yang disarankan Dirjen Pendidikan Islam. Arskal mengatakan bahwa PW PTK merupakan kemah yang berbasis bakti karya sehingga akan meninggalkan jejak-jejak positif untuk masyarakat.

“Dengan mengusung eco culture tourisme sejatinya merupakan langkah riil untuk mendekatkan antara mahasiswa dengan lingkungan, budaya dan masyarakat,” ujar Arskal.

Baca Juga:  Rakernas TRB Hasilkan Beberapa Poin, Maman Minta Relawan Jokowi Militan

Arskal Salim mengatakan mahasiswa peserta kemah akan melakukan bakti karya membuat objek rintisan wisata pendidikan di diesa tempat tinggal (homestay) yang akan menggerakan masyarakat dan Pemda untuk menindaklanjutinya.

Baca juga: Songsong Perkemahan Wirakarya UIN Jambi Gelar Lomba Susur Halang Rintang

Kemudian, Kepala Subdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Syafriansah mengatakan event Perkemahan Wirakarya dilaksanakan bertepatan dengan menyambut tahun pesta demokrasi, tentu akan disorot oleh banyak kalangan. Karenanya bisa dijadikan unjuk prestasi dan karya mahasiswa pramuka yang kita bina selama ini.

Koordinasi Persiapan Pelaksana PW PTK XIV Tahun 2018 dilaksanakan 16-18 April 2018 dan diikuti oleh 57 Wakil Rektor/Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan PTKIN, Tim Pengawasan Penelitian dan Evaluasi (Waslitef) dan para Pembina Pramuka PTKIN. Dihadiri oleh Syafriansah Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan, Nur Yasin Kasi Sarpras PTKIN, Otisia Arinindiyah Kasi Sarpras PTKIS dan Ruchman Basori Kasi Kemahasiswaan.

Kegiatan PW PTK akan dibuka secara resmi pada tanggal 3 Mei 2018 oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin dan dihadiri oleh Ketua Kwartir Nasional Grakan Pramuka dan Gubernur Riau. (rb)

Editor: Alya Karen