Connect with us

Hankam

KAHMI Jaya: Waspadai Komunisme Gaya Baru

Published

on

Spanduk peringatan bahaya laten komunis/PKI gaya baru FKPPI 1205.05 Rayon Khusus Kompleks Sokowaten Yogyakarta. (Foto: Nusantaranews/Eriec Dieda)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) memastikan tetap mempertahankan dan memberlakukan Ketetapan (TAP) MPRS Nomor 25 Tahun 1966 tentang Pembubaran dan Pelarangan Partai Komunis Indonesia (PKI). Komitmen MPR ini menag dibutuhkan Indonesia sebagai dasar hukum untuk tak memberikan kesempatan bagi kelompok PKI yang telah mencatatkan sejarah memilukan di masa silam serta membuat aib perjalanan bangsa Indonesia.

Menyikapi hal itu, KAHMI Jaya dalam sebuah pernyataan menegaskan bahwa seluruh lapisan masyarakat harus terus waspda dan kritis menghadapi bangkitnya PKI dan kekuatan komunisme atau munculnya komunisme gaya baru di tanah air.

Baca juga: Awas Bahaya Laten Komunisme

“Menolak kehadiran kembali PKI dan mendukung segala bentuk kegiatan anti PKI dan komunisme, termasuk pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI,” kata KAHMI Jaya, Jakarta, Jumat (29/9).

Lebih lanjut KAHMI Jaya mengingatkan Presiden RI dan MPR RI harus mengabaikan setiap upaya individu atau kelompok tertentu yang menuntut pencabutan TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966.

Loading...

“Seluruh anggota KAHMI Jaya harus tetap berjuang bersama kekuatan umat Islam dan segenap komponen bangsa untuk membendung bangkitnya kembali PKI dan komunisme di seantero Negara Indonesia,” bunyi pernyataan yang ditandatangani Ketua KAHMI Jaya Moh. Taufik dan Sekretaris M. Amin ini.

Baca juga: Ada Grand Design Oleh Kelompok PKI

Kekhawatiran muncul kembali gerakan kelompok PKI memang meningkat akhir-akhir ini. Namun, masih banyak yang menutup mata dan mengabaikannya sehingga terkesan memandang rendah dengan isu yang terus menjadi perdebatan terutama tiap kali menjelang peringatan peristiwa pemberontakan G30S/PKI.

Di sisi lain, para pembela PKI juga terus melancarkan propaganda-propaganda untuk mencuri kesempatan sebaik mungkin agar pemerintah segera meminta maaf kepada mereka karena merasa menjadi korban. Dalam berbagai forum, PKI memang kerap memposisikan diri sebagai korban peristiwa nahas 1965 silam dengan berbagai dalih.

Baca Juga:  KAHMI JAYA: Pulau Buatan Reklamasi Teluk Jakarta Tabrak Kedaulatan

Baca juga: KAHMI UNAS: Ada Grand Design yang Ingin Menghancurkan HMI

Namun, apakah mereka pernah terbesit di dalam hatinya untuk juga meminta maaf kepada para korban aksi pembunuhan keji yang dilakukan PKI di masa lalu? (ed)

(Editor: Eriec Dieda, Ach. Sulaiman & Romandhon)

Loading...

Terpopuler