Connect with us

Hankam

JS Prabowo: Pengangkatan KSAD Tak Perlu Dikaitkan dengan Analisis Politik Praktis

Published

on

suryo prabowo, andika perkasa, ksad, tni ad, jenderal tni ad, sistem urut kacang, jenderal andika perkasa, nusantaranews

Pelantikan Jenderal Andika Perkasa sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) di Istana Negara, Kamis (22/11/2018). (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Purnawirawan Johannes Suryo Prabowo turut mengomentari dipilihnya Andika Perkasa sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). Sebelumnya, ada anggapan miring dipilihnya Andika menggantikan Jenderal Mulyono lantaran masih banyak perwira senior di lingkungan TNI AD.

Suryo Prabowo mengatakan selama kurun waktu 73 tahun, ada 32 Jenderal TNI AD yang menjadi KSAD. Hal ini, kata dia, menunjukkan bahwa KSAD bukanlah jabatan yang diganti setiap tahun. “Sehingga tidak setiap lichting/alumni/lulusan Akmil ada yang jadi KSAD,” kata Suryo Prabowo seperti dikutip dari akun media sosial miliknya, Jakarta, Sabtu (24/11/2018).

Baca juga: Diangkat Jadi KSAD, Andika Perkasa Cuek Komentar Miring Tentang Dirinya

“Sebagai ilustrasi bisa dilihat bahwa alumni 64, 65, 66 dan 67 tidak ada yang jadi KSAD, begitu pula dengan alumni 72, 73 dan 77. Sebaliknya alumni 70 ada 2 Jenderal yang menjadi KSAD. Begitu pula alumni 74,” sambungnya.

Jabatan KSAD, tegasnya, bukanlah jabatan urut kacang. “Lihat saja ada alumni 63 yang diganti oleh alumni 62, alumni 75 diganti 74 dan alumni 81 diganti 78,” ucap dia.

Loading...

Baca juga: KSAD Jenderal Andika Perkasa Diingatkan Soal Soliditas TNI-Polri di Tahun Politik

Baca Juga:  Jangan Paksa Rinduku Menjadi Aneh - Sepilihan Puisi Nuriman N. Bayan

Jika ditelaah lebih dalam lagi, lanjut Suryo Prabowo, dari 32 KSAD hanya ada 4 yang pernah mendapat anugerah Adhi Makayasa. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa Adhi Makayasa bukan persyaratan untuk menjadi KSAD, karena itu hanya penghargan tertinggi bagi alumni Akmil. Sementara untuk sampai menjadi KSAD ada banyak jenjang pendidikan yang harus dilalui.

“Dari uraian ini kita bisa lihat, bahwa meski Jenderal TNI Andika Perkasa saat lulus Akmil berada pada peringkat 2, tetapi dia lulus peringkat 1 di hampir seluruh pendidikan militernya setelah Akmil,” terangnya.

Baca juga: Ini 4 Perwira Remaja TNI-Polri Penerima Bintang Adhi Makayasa

Sementara itu, dia menambahkan, pengalaman tugas tempur dan tugas operasi intelijen tidak diragukan karena Andika Perkasa merupakan prajurit Kopassus yang berkualifikasi Para Komando, Sandhi Yudha dan Gultor.

“Jadi sebaiknya pengangkatannya sebagai KSAD tidak perlu dikaitkan dengan analisis politik praktis,” kata mantan Kasum TNI ini.

(nvh/myp)

Editor: Almeiji Santoso

Loading...

Terpopuler