Connect with us

Politik

Jokowi Sebut Berbahaya Hanya Karena Pilihan Presiden Persatuan Terganggu

Published

on

Presiden Joko Widodo berpidato di GOR JAtidiri, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/2/2019). (Foto: Muh Nurcholis/NUSANTARANEWS.CO)

Presiden Jokowi Ingatkan Bahaya, Hanya Karena Pilihan Presiden Persatuan Terganggu. (Foto: Muh Nurcholis/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada kesempatan harlah PPP ke-46 menyampaikan bahaya jika hanya karena perbedaan dalam pemilihan presiden persatuan dan kerukunan antar masyarakat Indonesia menjadi terganggu.

Pada kesempatan tersebut, sebelumnya mantan wali kota Solo itu bercerita, tentang sikap respek yang ditunjukkan Presiden Afganistan Ashraf Ghani terhadap bangsa Indonesia.

Baca Juga: Jokowi Intruksikan Kapolri Tindak Tegas Penyebar Hoaks Dari Pintu ke Pintu

“Karena setelah saya cerita 714 suku, 260 juta penduduk kita yang hidup di 17 ribu di pulau pulau, ia sangat takjub betul. Bagaimana masyarakat yang beragam ini bisa bersatu. Bisa rukun, bisa merasa sebagai saudara sebangsa dan setanah air,” ungkap Jokowi di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Kamis (28/2).

Inilah yang menurutnya disebutg sebagai tugas besar masyarakat Indonesia. Yakni menjaga dan merawat persatuan, serta merawat kerukunan. “Tugas besar kita adalah di sana,” ujarnya.

Oleh sebab itu lanjut Jokowi, “Sangat berbahaya sekali, karena urusan politik, pilihan bupati, pilihan walikota, pilihan gubernur, pilihan presiden aset terbesar, modal terbesar kita persatuan menjadi terganggu,” jelasnya.

Sebelumnya Jokowi menjelaskan, bahwa konflik berkepanjangan di Afganistan yang hingga kini belum selesai bermula dari konflik 2 suku. Akibat perseteruan 2 suku itu yang terjadi sejak 40 tahun silam, kini 7 suku yang ada di Afganistan hidup dalam bayang bayang peperangan.

Loading...

“Inilah bahayanya konflik. Yang itu dimulai dari dua suku dari 7 suku yang ada,” kata Jokowi.

“Bayangkan kita 714 suku yang berbeda. Beda agama, ada tradisi, budaya, bahasa daerah, beda beda semua. Betapa sangat berbahayanya yang namamanya konflik,” tegasnya.

Pewarta: Romandhon

Terpopuler