Archandra Tahar - Anggota Komisi III DPR RI, Dwi Ria Latifa/Ilustrasi nusantaranews
Archandra Tahar - Anggota Komisi III DPR RI, Dwi Ria Latifa/Ilustrasi nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Anggota Komisi III DPR RI, Dwi Ria Latifa, mengungkapkan bahwa jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengangkat Arcandra Tahar menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), maka sama saja Presiden melanggar etika bernegara.

“Harusnya presiden dapat mematuhi Undang-Undang (UU), etika dan aturan yang ada di negara kita,” ungkapnya saat ditemui di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (13/9/2016).

Pasalnya, menurut Ria, kasus kewarganegaraan Arcandra Tahar kemarin itu adalah kesalahan yang sangat fatal. “Masa kita mau melakukan satu tindakan yang sudah salah untuk kedua kalinya. Jelas kemarin itu kesalahan fatal. Dan sekarang dengan tenangnya pemerintah mau mengembalikan dia (Arcandra Tahar) sebagai Menteri ESDM, Ini mau jadi seperti apa?,” ujarnya.

Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu juga mengingatkan agar Presiden Jokowi bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan yang menjadi hak prerogatifnya, serta tidak mudah terpengaruh masukan “nakal” dari pihak-pihak tertentu.

Hal tersebut, lanjut Ria, agar kasus memalukan seperti Arcandra kemarin tidak terulang di kemudian hari. “Dulu kasusnya Budi Gunawan, sekarang malah Arcandra. Kan sayang kalau sampai kejadian itu  terulang kembali,” katanya.

Ria menambahkan, kritikan yang ia sampaikan tersebut semata-mata untuk menyelamatkan Presiden Jokowi sebagai sesama kader PDIP. “Beliau kader PDIP dan saya nggak mau menjilat atau memuja. Saya mengkritisi dia karena ingin menjaga dia dan itu semua saya lakukan dengan ketulusan,” ungkapnya lagi. (Deni)

Komentar