Ekonomi

Jokowi Diduga Tak Paham Soal Lahan HGU

Konsorsium Pembaharuan Agraria Sebut Pembagian Sertifikat Tanah Perlu Dikritisi Bersama. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO)
Konsorsium Pembaharuan Agraria Sebut Pembagian Sertifikat Tanah Perlu Dikritisi Bersama. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, JakartaJokowi diduga tidak paham dengan sistem agraria di Indonesia, khususnya terkait lahan HGU (hak guna usaha). Ketidakpahamannya tersebut dijadikan ‘senjata’ untuk menyerang pribadi Prabowo Subianto dalam debat calon presiden pada 17 Februari 2019 lalu.

Serangan Jokowi yang menyasar pribadi Prabowo disayangkan sejumlah pihak karena tindakan tersebut melanggar aturan yang telah ditetapkan KPU. Debat capres merupakan ajang untuk memaparkan visi, misi dan program calon presiden untuk lima tahun mendatang.

Namun, dua kali debat capres digelar, dua kali pula Jokowi kedapatan menyerang secara personal rival yang tak lain ialah Prabowo. Terbaru, Jokowi menyerang pribadi Prabowo soal kepemilikan lahan HGU.

“Kalau menyerang Prabowo dengan kepemilikan lahan HGU Prabowo, Joko Widodo kelihatannya agak dangkal pengetahuannya tentang sistem agraria di Indonesia,” tukas Waketum Gerindra, Arief Poyuono, Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Baca juga: Orang-orang di Lingkaran Jokowi Punya Lahan HGU Lebih Besar dari Milik Prabowo

Baca Juga:  Butuh Bantuan Pemerintah, Pupuk Langka dan Hama Tikus Jadi Masalah Pertanian di Tuban

Baca juga: Konsorsium Pembaharuan Agraria Sebut Pembagian Sertifikat Tanah Perlu Dikritisi Bersama

Alih-alih membalas serangan, Prabowo justru tak mau mempersoalkannya. Dan lebih memilih menjawab tudingan Jokowi di kata penutup debat capres. Serangan pribadi Prabowo yang dilancarkan Jokowi lantas membuat suasana di dalam ruang debat capres panas. Kubu pendukung Prabowo protes kepada KPU yang dinilai lalai membiarkan Jokowi seenaknya sendiri melanggar aturan yang telah disepakati bersama.

Kembali soal HGU. “Kalau enggak ada HGU yang dikuasakan oleh pemerintah kepada pengusaha-pengusaha yang berusaha di sektor perkebunan sawit dan pertambangan, memangnya akan ada apa pemasukan negara dalam bentuk devisa?,” ucap Arief Poyuono.

Arief curiga, Jokowi justru tidak paham tentang apa yang dituduhkannya tersebut dan melakukannya dengan membabi-buta. “Nah, Kangmas Joko Widodo paham enggak sih tentang apa itu lahan yang bestatus HGU,HGB dan Hak Milik,” imbuh Arief.

Sebab, kata Arief, elit-elit di lingkaran Jokowi bahkan ada yang memiliki lahan HGU yang justru lebih besar dari milik Prabowo.

Baca Juga:  Fraksi PPN DPRD Nunukan Apresiasi Kinerja Pemkab Nunukan

“Yang pasti Prabowo dapat HGU lahannya bukan dari nyerobot lahan negara atau lahan hak adat milik masyarakat . Semua lahan Prabowo yang dalam bentuk HGU diurus secara sah sesuai peraturan yang ada mulai dari izin lokasi, izin amdal dan kemudian keluar HGU,” kata Arief lagi.

“Nah, Kangmas Joko Widodo sadar enggak sih kalau orang-orang Kangmas dan bohir-bohir Kangmas di pilpres ini juga banyak yang punya lahan HGU yang lebih besar dari Prabowo. Ayo Kangmas buka nama bohir-bohir Kangmas yang memiliki lahan HGU,” seru Arief.

(eda)

Editor: Eriec Dieda

Related Posts

1 of 1.127