Connect with us

Mancanegara

Jika Saudi Alami Ketidakstabilan, Netanyahu Sebut Berbayaha Bagi Dunia

Published

on

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. (FOTO: Dok. LA Times)

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. (FOTO: Dok. LA Times)

NUSANTARANEWS.CO, Yerusalem – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu turut melakukan kecaman terhadap pembunuhan jurnalis pengkritik Arab Saudi sekaligus kolumnis The Washington Post, Jamal Khashoggi. Menurut Netanyahu pembunuhan tersebut merupakan kejadian yang mengerikan.

Lalu, ia menegaskan jika Riyadh terusik maka berarti menempatkan dunia dalam bahaya besar. “Apa yang terjadi di Istanbul tidak kurang mengerikan. Tetapi itu seimbang dengan pentingnya Arab Saudi dan peran yang dimainkannya di Timur Tengah,” kata Netanyahu seperti dilansir dari Reuters, (13/12/2018).

“Karena, jika Arab Saudi akan mengalami ketidakstabilan, dunia, bukan Timur Tengah, akan menjadi tidak stabil,” lanjut Netanyahu.

Simak: Jika Sudah Terancam, Netanyahu: Israel Siap Serang Iran

Seperti diketahui, Khashoggi menghilang pada 2 Oktober setelah mengunjungi Konsulat Saudi di Istanbul untuk mendapatkan dokumen pernikahan. Pemerintah Saudi mengonfirmasi wartawan itu terbunuh di konsulat oleh “operasi nakal” yang melibatkan oknum intelijen.

Tanggapan Netanyahu mirip dengan komentar yang dibuat oleh Presiden AS Donald Trump selama wawancara dengan Reuters.

“Saya benar-benar berharap bahwa orang-orang tidak akan menyarankan bahwa kita seharusnya tidak mengambil ratusan miliar dolar yang akan mereka sapu ke Rusia dan ke China, atau kedua-duanya, daripada memberikannya kepada kami,” kata Trump, saat membahas kasus pembunuhan Khashoggi.

“Anda berbicara tentang ratusan ribu pekerjaan. Anda berbicara tentang kontrak militer dan lainnya yang sangat besar. Saya harap itu tidak akan menjadi rekomendasi,” ujarnya.

Para pejabat Turki pada pekan lalu mengatakan bahwa kantor kejaksaan Istanbul telah menyimpulkan bahwa Saud al-Qahtani, seorang pembantu utama untuk Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, dan Jenderal Ahmed al-Asiri, yang menjabat sebagai wakil kepala intelijen, berada di antara para perencana pembunuhan Khashoggi.

Saudi telah menegaskan Pangeran Mohammed tidak mengetahui tentang rencana pembunuhan itu. Riyadh juga telah berkali-kali membantah bahwa calon raja Saudi itu terlibat dalam pembunuhan tersebut.

Pewarta: Romadhon
Editor: Achmad S.

Terpopuler