Jepang Kembangkan Stasiun Pemancar Terbang

Jepang Kembangkan Stasiun Pemancar Terbang
Jepang kembangkan stasiun pemancar terbang yang disebut High Altitude Platform Station atau HAPS yang menempatkan perlengkapan komunikasi di pesawat tak berawak/Foto: Japan Forward

NUSANTARANEWS.CO, Tokyo – Perusahaan-perusahaan telekomunikasi terkemuka Jepang tengah mengupayakan cara baru agar komunikasi tetap berjalan pada masa bencana. Perusahaan-perusahaan itu mengembangkan stasiun pemancar terbang agar layanan telepon seluler tetap tersedia.

Perusahaan-perusahaan itu mengembangkan sistem yang disebut High Altitude Platform Station atau HAPS. Teknologi ini menempatkan perlengkapan komunikasi di pesawat tak berawak untuk dijadikan sebagai stasiun pemancar.

Softbank mengerahkan sumber daya untuk mengembangkan pesawat bertenaga surya. Perusahaan ini menerbitkan obligasi senilai 30 miliar yen, atau lebih dari 260 juta dolar pada bulan ini untuk membiayai proyek tersebut.

Sekitar 40 pesawat tersebut bisa menyediakan saluran komunikasi yang mencakup seluruh Jepang. SoftBank pada awalnya menargetkan untuk menggunakan sistem tersebut di luar negeri pada 2027.

Wakikawa Ryuji, Kepala Divisi Teknologi Mutakhir SoftBank mengatakan, “Kami ingin mengetahui apa yang harus dilakukan, misalnya menciptakan aturan terkait keamanan dan biaya, untuk mengubah proyek ini menjadi sebuah bisnis dalam lima tahun.”

Sementara itu, NTT Docomo bersama produsen pesawat Eropa, Airbus, berhasil melakukan uji coba pengiriman gelombang radio dari sebuah pesawat tak berawak.

Perusahaan-perusahaan telekomunikasi meyakini bahwa stasiun pemancar terbang juga akan berguna di negara-negara berkembang yang minim infrastruktur komunikasi.[]

Sumber: NHK