Connect with us

Sosok

Jenazah Mantan Ketua Umum PB HMI Diserahkan Kepada Keluarga

Published

on

Jenazah mantan Ketua Umum PB HMI diserahkan kepada keluarga.

Jenazah mantan Ketua Umum PB HMI diserahkan kepada keluarga/Foto: Almarhum Mulyadi P. Tamsir

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Jenazah mantan Ketua Umum PB HMI diserahkan kepada keluarga. Pada hari Rabu (20/1), Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri menyerahkan jenazah Mulyadi P. Tamsir setelah sebelumnya pada hari Selasa (19/1) berhasil mengindentifikasi enam korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di Kepulauan Seribu.

Kepala Laboratorium DNA Pusat Kedokteran Kesehatan (Pusdokkes) Polri Kombes Ratna mengatakan bahwa, jenazah Mulyadi berhasil teridentifikasi melalui pencocokan data sidik jari dan DNA pihak keluarga.

Menurut informasi, mantan Ketua Umum PB HMI periode 2016-2018 ini menjadi penumpang pesawat naas tersebut bersama ibu mertua, istri dan adik iparnya yang semuanya telah teridentifikasi.

Kepala Rumah Sakit Polri, Brigadir Jenderal Asep Hendradiana mengatakan bahwa jasad Mulyadi telah diserahkan kepada pihak keluarga bersama dengan empat jenazah lain yang berhasil diidentifikasi.

Sejauh ini, sudah ada 43 jenazah korban pesawat jatuh Sriwijaya Air SJ 182 yang berhasil diidentifikasi. Artinya, masih ada 19 korban lain yang belum diketahui. Pesawat dengan rute Jakarta-Pontianak tersebut mengangkut 50 penumpang dan 12 kru.

Badan Nasional Pencarian Dan Pertolongan (Basarnas) pun kini telah memutuskan untuk memperpanjang kembali operasi pencarian dan evakuasi pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada Senin (18/1) lalu. Operasi pencarian itu sudah berlangsung lebih dari sepuluh hari sejak kecelakaan terjadi.

Perpanjangan dalam tiga hari ke depan atau 18-20 Januari 2021 itu merupakan upaya perpanjangan kedua kalinya. Sebab sejauh ini Crash Survivable Memory Unit (CSMU) dari black box jenis Cockpit Voice Recorder (CVR) belum ditemukan. (Red)

Baca Juga:  Ada Persoalan Ditutupi di Balik Klaim Jokowi Kebakaran Hutan Tidak Terjadi dalam Tiga Tahun Terakhir

Loading...

Terpopuler