Berita UtamaLintas NusaTerbaru

Jelang Satu Abad NU, Legislator PKB Jatim Dukung Berdirinya Rumah Sakit NU Dan UNU di Banyuwangi

Jelang satu abad NU, Legislator PKB Jatim dukung berdirinya rumah sakit NU dan UNU di Banyuwangi.
Jelang satu abad NU, Legislator PKB Jatim dukung berdirinya rumah sakit NU dan UNU di Banyuwangi.

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Jelang satu abad NU. Menyonsong satu abad Nahdlatul Ulama (NU) dimana kurang Sembilan bulan lagi, PKB mendorong didirikannya rumah sakit NU kedua di Banyuwangi dan berdirinya UNU (Universitas Nadlatul Ulama) di bumi Osing tersebut.

“PKB merupakan partai yang lahir dari NU tentunya mendorong dan mensupport penuh dua program monumental dari PC NU kabupaten Banyuwangi tersebut. Saya sebagai aktivis dan legislator dari PKB termasuk menjadi bagian inisiator dari pendirian rumah sakit dan universitas NU tersebut di Banyuwangi,” ungkap anggota DPRD Jatim Makmullah Harun saat dikonfirmasi di Banyuwangi, Rabu (1/6).

Wakil ketua Komisi C DPRD Jawa Timur ini mengatakan pendirian UNU tersebut sebagai upaya mengakomodir keinginan masyarakat untuk pemenuhan pendidikan umum di UNU tersebut.

Selain mendirikan rumah sakit NU dan UNU di Banyuwangi, kata Makmullah Harun, pihaknya juga memberikan sejumlah penghargaan kepada komponen di NU diantaranya akan terpilih 100 aktivis organisasi yang disiplin.

Baca Juga:  Hari Bhakti Adhyaksa ke 62, Kejari bersama PMI Pidie Jaya Gelar Donor Darah

“Penghargaan juga diberikan untuk guru TPQ yang hafidz atau Hafidhoh dan 100 dai yang mampu membaca kitab kuning. Tak hanya itu juga memberikan penghargaan kepada alumni panti asuhan yang diasuh oleh PC Muslimat NU,” jelas ketua Muslimat NU Banyuwangi ini.

Alasan diberikan penghargaan untuk alumni panti asuhan yang diasuh Muslimat NU, kata Makmullah, dikarenakan Muslimat NU telah berhasil mengasuh anak-anak panti asuhan yang sekarang ini sudah menyelesaikan studinya. ”Bahkan saat ini sudah ada yang berhasil,” jelasnya.

Makmullah Harun mengatakan dalam satu abad NU yang digelar di Banyuwangi, nantinya akan menasbihkan kabupaten Banyuwangi menjadi “Bumi Sholawat Badar”.

“Banyuwangi disebut sebagai bumi Sholawat Badar dimana pengarangnya adalah (alm) Ali Mansur ketika menjabat Kadepag di Banyuwangi. Sholawat Badar sangat dikenal di kalangan NU untuk diamalkan oleh jamaah NU,” tandasnya. (setya)

Related Posts

1 of 2.915