HankamPolitikTerbaru

Jejak Persahabatan Marsekal Hadi-Jokowi di Solo dan Jakarta

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo akhirnya memilih Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan memasuki masa pensiun pada Maret 2018 mendatang. Pilihan Jokowi ini sebelumnya sudah diprediksi banyak pihak.

Presiden sebetulnya punya tiga nama jenderal pengganti Gatot Nurmantyo. Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Ade Supandi dan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Nama pertama dipastikan tak masuk dalam pilihan Jokowi karena untuk menjaga solidaritas TNI sesuai amanat UU TNI Nomor 34 Tahun 2004 Tentang Pergantian Panglima TNI. Jenderal Gatot adalah perwakilan dari matra Angkatan Darat.

INFOGRAFIS: Jejak Persahabatan Marsekal Hadi-Jokowi di Solo dan Jakarta. Foto: Dok. NusantaraNews
INFOGRAFIS: Jejak Persahabatan Marsekal Hadi-Jokowi di Solo dan Jakarta. Foto: Dok. NusantaraNews

Dengan kata lain, Jokowi punya dua pilihan; Laksamana Ade atau Marsekal Hadi. Wacana pergantian Panglima TNI ini memang sudah mengemuka beberapa bulan belakangan. Nama Laksamana Ade sempat menguat.

Namun belakangan, justru nama Marsekal Hadi yang menguat. Imparsial akhir November lalu mensinyalir KASAU adalah sosok yang akan dipilih Jokowi. Dan benar saja, pada awal Desember Jokowi pun langsung menyerahkan nama Marsekal Hadi ke DPR sebagai calon tunggal Panglima TNI, tinggal menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). Bahkan sebelum 2017 berakhir, TNI dipastikan sudah dipimpin Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Baca Juga:  Kapolri MoU dengan Dewan Pers, Alumni Lemhannas Ingatkan Dewan Pers Bukan Perwakilan Wartawan

Keputusan Jokowi memilih Marsekal Hadi bukanlah sebuah kejutan. Bukan rahasia lagi, keduanya dikenal memiliki kedekatan. Marsekal Hadi pernah menjabat sebagai Sekretaris Militer (Sesmil) Presiden Jokowi pada 2015-2016. Setelah itu, Marsekal Hadi menjabat sebagai Irjen Kementerian Pertahanan selama satu tahun. Tak lama berselang, Marsekal Hadi ditunjuk menjadi Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU).

Selain itu, Marsekal Hadi juga pernah menjadi Komandan Pangkalan Udara Adisumarmo pada 2010-2011 kala Jokowi masih menjabat sebagai walikota Solo. Lanud Adisumarmo tentu bukan hal baru bagi Marsekal Hadi. Sebab, pada tahun 1997, ia pernah menjadi Komandan Flight Skuadron Pendidikan 101 Lanud Adisumarmo.

Setelah Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta, Marsekal Hadi bertugas sebagai Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara pada tahun 201-2015 dan kembali ke Lanud Abdurachman Saleh, Malang sebagai Komandan Lanud. Tak lama berselang, ia dilantik Jokowi menjadi Sesmil.

Marsekal TNI Hadi terbilang salah satu yang tercepat karirnya di TNI. “Hadi salah satu yang tercepat juga dalam kenaikan-kenaikan pangkat dan lain-lain, jadi salah satu yang cepat kenaikannya,” kata anggota DPR Komisi I Meutya Hafidz, Senin (4/12).

Baca Juga:  Hadiri Peringatan Hari Damai Aceh ke-17, Kepala BSKDN Serahkan Sertifikat Tanah kepada Korban Konflik di Aceh

Tak lama setelah menjabat sebagai KASAU yang dilantik pada Januari 2017, akhirnya Jokowi kembali akan mengangkat Marsekal Hadi ke jabatan baru sebagai Panglima TNI di di penghujung tahun 2017. Ini menjadi karir yang manis bagi Marsekal Hadi di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo. (red)

Editor: Eriec Dieda

Ikuti berita terkini dari Nusantaranews di Google News, klik di sini.

Related Posts

1 of 32