Connect with us

Lintas Nusa

Jejak Cina di Perairan Bangka Belitung Sejak Abad ke-6 Masehi

Published

on

Jejak Cina di Perairan Bangka Belitung Sejak Abad ke-6 Masehi/Ilustrasi: Dok. IndoCropCircles
Jejak Cina di Perairan Bangka Belitung Sejak Abad ke-6 Masehi/Ilustrasi: Dok. IndoCropCircles

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Hubungan perdagangan antara Indonesia dengan Cina sudah sejak lama terjalin. Terbukti di sejumlah daerah di Indonesia terdapat bukti-bukti sejarah yang menunjukkan jejak para pedagang Cina.

Salah satu bukti sejarah yang dikemukakan Arkeolog Pusat Riset Kelautan Badan Riset dan SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan Ira Dillenia, cukup banyak terdapat di perairan Bangka Belitung. Bentuknya berupa artefak barang muatan kapal tenggelam (BMKT) yang kebanyakan berasal dari Cina.

“Koleksi yang paling terkenal dalam koleksi di galeri BMKT KKP adalah kargo dari China dari abad ke-6 dan 7 yang ditemukan di perairan Bangka Belitung,” kata Ira Dillenia ketika ditemui jurnalis Antara di sela-sela peresmian Galeri BMKT di Gedung Mina Bahari IV Lantai 2, KKP, Jakarta, Senin (13/3/2017) malam.

Dari hasil pantauan di galeri tersebut, terdapat sejumlah koleksi barang antik berupa artefak kaca, tembikar, tempayan, teko, guci, cepuk, mangkuk, piring, dan vas. Koleksi antik tersbeut dinyatakan berasal dari barang beragam dinasti Cina seperti Dinasti Tang pada abad ke-9, Dinasti Song pada abad ke-11 dan ke-12, Dinasti Yuan pada abad ke-13 dan ke-14, Dinasti Ming pada abad ke-16, dan Dinasti Qing pada abad ke-17 dan 18.

Ira Dillenia menyatakan, mengapa banyak ditemukan barang dari Dinasti Cina? Sebab, lanjutnya, kapal dari negara Oriental tersebut adalah yang kerap membawa artefak keramik sebagai kargo yang diproduksi untuk diperdagangkan dengan banyak bangsa. Berbeda dengan para pedagang dari Eropa seperti Portugis, Spanyol, dan Belanda.

“Pedagang Eropa biasanya tidak membawa kargo keramik untuk diperdagangkan, tetapi lebih banyak untuk keperluan mereka sehari-hari seperti piring dan gelas untuk makan minum,” kata Ira. (rep/rsk)

Editor: Sulaiman

Loading...

Terpopuler