Connect with us

Kesehatan

Jatim Krisis Dokter Spesialis

Published

on

Anggota Komisi E DPRD Jatim Benyamin Kristianto. Foto Tri Wahyudi
Anggota Komisi E DPRD Jatim Benyamin Kristianto. Foto Tri Wahyudi

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Sejumlah rumah sakit di Jawa Timur (Jatim), ternyata mengalami krisis keberadaan dokter spesialis. Salah satu contoh di RSUD kota Malang.

Di rumah sakit tersebut jumlah dokter ada 12 dokter diantaranya dokter penyakit dalam (1 orang), dokter kebidanan dan kandungan (2 orang), dokter anak (2 orang), dokter spesialis anestesi (1 orang), dokter kulit (1 orang), dokter radiologi (1 orang) dan dokter gigi (2 orang).

Jumlah tersebut tentunya tak sebanding dalam memberikan pelayanan kepada ratusan pasien yang berobat di rumah sakit di jalan Rajasa Bumiayu Malang.

Anggota Komisi E DPRD Jatim Benyamin Kristianto mengakui bahwa saat ini di Jatim sedang mengalami krisis dokter spesialis.

“Beberapa rumah sakit di Jatim kurang dokter spesialisnya. Hal ini harus segera diatasi dan pemerintah harus segera memenuhinya,” ungkapnya saat dikonfirmasi di Surabaya, Kamis (27/4/2017).

Politisi asal Partai Gerindra ini mengatakan untuk pengadaan dokter spesialis tersebut, pemerintah harus melibatkan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) untuk pemenuhan dokter spesialis.

“IDI Jatim bisa digandeng untuk rekrutmen dokter spesialis tersebut dan tentunya dokter spesialis yang benar-benar khusus penyakit yang sering dialami oleh masyarakat,” jelasnya.

Ketika dikonfirmasi besaran ideal untuk dokter spesialis setiap rumah sakit, Benyamin Kristianto mengaku pihaknya tidak bisa mengetahui besaran angka untuk kebutuhan rumah sakit terhadap dokter spesialis.

“Kalau itu tergantung masing-masing rumah sakit,” tandasnya. (Three)

Editor: Achmad Sulaiman

Loading...

Terpopuler