Connect with us

Ekonomi

Jasa Marga Tambah Catatan Buruk Tren Anggaran Negara Selalu Bocor

Published

on

Jasa Marga/Ilustrasi/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman mengatakan Badan Usaha Milik Negara Jasa Marga di tahun 2017 melalui Departement Human Resources & General Affair menjalankan proyek Pengadaan Jasa Satuan Pengamanan (SATPAM) untuk Cabang Jagorawi. Nantinya Satuan Pengaman tersebut akan ditempatkan di Kantor Cabang & Ruas Tol Jagorawi, Jakarta Timur.

Demi suksesnya proyek tersebut Jasa Marga menyiapkan anggaran sebesar Rp20,6 miliar lebih. Adapun perusahaan yang ditunjuk Jasa Marga untuk bertanggungjawab terkait jasa Satuan Pengamanan adalah PT Kartika Cipta Indonesia yang beralamat di 88 Office Tower A 35th Fl Kota Kasablanka Jl Casablanca Raya Kav 88 Jakarta Selatan.

“Nilai proyek yang disepakati kedua belah pihak sebesar Rp20.314.706.248. Dan nilai segini boros, dan hanya menghambur hamburkan duit perusahaan saja, serta patut dicurigai,” ujar Jajang kepada nusantaranews, Ahad (4/6/2017).

Dikatakan Jajang, CBA menilai proyek pengadaan jasa SATPAM yang dilakukan pihak Jasa Marga dan PT Kartika Cipta Indonesia sangat janggal. Dari nilai proyek yang disepakati misalnya mencapai angka Rp20 miliar lebih.

Simak: Sepak Terjang Perusahaan Pelat Merah, Jasa Marga

“Harga tersebut jauh lebih mahal dibandingkan tawaran PT Bhawata Nusa Surya Perdana yang hanya membutuhkan anggaran senilai Rp18,2 miliar saja,” kata dia.

Akibatnya, dalam proyek pengadaan Jasa Satuan Pengamanan Jasa Marga untuk Cabang Jagorawi ditemukan potensi kebocoran uang negara sebesar Rp2.355.456.496.

“Hal ini sangat disayangkan, bukannya melakukan efisiensi anggaran mengingat Jasa Marga saat ini sedang gencar-gencarnya membangun proyek tol dan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Justru yang terjadi malah sebaliknya. Temuan di atas semakin menambah catatan buruk terkait trend kebocoran uang negara di perusahaan pelat merah yang dipimpin Desi Arryani,” tandasnya. (ed)

Baca Juga:  Kenaikan Harga BBM Yang Kehilangan Momentum Investatif

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler