Connect with us

Budaya / Seni

Jangan Paksa Rinduku Menjadi Aneh – Sepilihan Puisi Nuriman N. Bayan

Published

on

Sebatang Cinta Perindu Sukma. (FOTO: NUSANTARANEWS;.CO/Lukisan by Kaola Oty "The loverss ")

Sebatang Cinta Perindu Sukma. (FOTO: NUSANTARANEWS;.CO/Lukisan by Kaola Oty “The loverss “)

KETIKA PUISI HARUS DIBELAH

Ketika puisi harus dibelah
parang dan pisau haruslah tajam
agar aku bisa mati, tanpa mengenal rasa sakit.

Ketika puisi harus dibelah
jiwa dan raga harus berbenah
agar aku bisa hidup, ketika aku mati.

Ternate, 04 November 2017.

KAU DAN SEGELAS TEH MANIS

Apa bedanya kau dengan segelas teh manis?
selain aku butuh dua sendok gula
kutuang, lalu kuputar hingga memerah
tak melebihi darahku.

Apa bedanya kau dengan segelas teh manis?
selain dua rasa yang buat aku kecanduan
dan ingin kuteguk di setiap musim
sembari melukis dua wajah kehidupan
yang tak selesai, sebelum kita selesai.

Apa bedanya kau dengan segelas teh manis?
selain sebelum aku teguk
aku butuh satu kalimat
sambil menghitung anak anak asap berlarian
dan pulang menjadi puisi.

Ternate, 26 Oktober 2017.

TIGA LELAKI DALAM KEPALA

Betapa sulit kau menghapus tato di dada
selepas ia keluar dari mata
bahkan dua bulan kau termangu dihantam sepi
hanya asap rokok dan beberapa catatan basi yang kini entah.

Tubuh yang dulu kekar, pada musim musim itu seolah retak
bahkan tak bisa digerakkan, ketika
dengan malu malu ia melempari senyum
sementara tiga lelaki masih berlari di kepala.

Dan huruf huruf di layar kaca masih saja menghantui
seperti hantu Halmahera, hingga bibirmu tak henti komat-kamit-
membaca ayat-ayat penangkal: dari Al-Fatihah hingga Ayat Kursi-

juga salawat dan istigfar tak putus-putus kau lumat
tapi mungkin terlalu dalam kau membuang jaring
hingga untuk menariknya kau butuh waktu berlipat waktu
untuk apung di permukaan.

Baca Juga:  Masinton: Nama Orangnya Sudah Ada di Dompet Bu Mega

Ternate, 09 November 2017.

JANGAN PAKSA RINDUKU MENJADI ANEH

Langit telah meniupkan kata-kata
agar puisi kita tidak bersin.

Sunyi selalu menyiapkan kolam suci
untuk kita mencuci kata kata.

Bila ada hasrat ingin kau tulis, tulislah!
jangan kau paksa rinduku menjadi aneh.

Ternate, 11 November 2017.

Nuriman N. Bayan atau lebih dikenal dengan Abi N. Bayan, lahir di Desa Supu Kecamatan Loloda Utara Kab. Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara pada 14 September 1990. Anak dari Hi. Nasir Do Bayan, dan Rasiba Nabiu. Anak keenam dari sembilan bersaudara. Karyanya dipublikasikan dalam media daring dan tergabung dalam antologi Kita Halmahera, Kitab Puisi Penyair Maluku Utara (Garasi Genta, 2017), Embun-Embun Puisi (Perahu Litera, 2017), Langit Senja Jatigede (Proses Penerbitan). Kini tinggal di Ternate Utara.

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Loading...

Terpopuler