Jamaah Haji Tarik Serempak Uangnya, Pengamat: Bangkrut Pemerintah

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Jamaah Haji Tarik Serempak Uangnya, Pengamat: Bangkrut Pemerintah. Ide pemerintahan Joko Widodo menginvestasikan dana haji sebetulnya tidak perlu membuat heboh. Pasalnya, dana haji yang disimpan di perbankan itu sejatinya memang sudah sejak lama jadi bancakan, serta penyelamat pemerintah.

Menurut pengamat dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia, Salamuddin Daeng, sekarang ini dana haji disimpan di bank -bank pemerintah, bank swasta dan asing serta di Surat utang negara (SUN).

Dana haji adalah pelampung penyelamat dari pemerintahan Jokowi dan sektor perbankkan nasional. Dana haji digunakan sebagai bantalan kas pemerintah bersama dana Jamsostek, Taspen, Asabri atau tabungan TNI dan POLRI.

Faktanya, bunga atas dana dana itu sangat tinggi. Terutama dana haji. Bagi pemerintah, dunia perbankan dana haji sangat aman karena pasti tidak dicairkan oleh pemiliknya.

“Makin lama orang naik haji, makin bagus dana itu bagi pemerintah dan bank. itulah mengapa sekarang orang naik haji makin lama, bukan semata-mata karena kuota, akan tetapi karena desain sektor keuangan,” kata Salamuddin saat dimintai pendapatnya terkait dana haji yang hendak diinvestasikan pemerintah untuk membangun infrastruktur, Jakarta, Minggu (30/7/2017).

Ia menjelaskan, bunga setahun dana haji sanggup memberangkatkan jamaah haji Indonesia jatah setahun 250 ribu orang secara gratis.

Namun para jemaah haji pemilik rekening haji tidak pernah mendapat manfaat dari dana tersebut. Dana itu entah ke mana larinya.

“Boleh jadi habis dimakan para koruptor dalam pemerintahan dan DPR serta lembaga penegak hukum. Bagi rata barangkali,” cetusnya.

“Justru bagi para pemilik rekening haji harus membayar ongkos naik haji yang termahal di dunia, dengan pelayanan yang sangat buruk dan berbagai kericuhan lainnya terjadi setiap musim haji,” paparnya.

Baca Juga:  Dua Jamaah Haji Asal Sumenep Meninggal di Mekkah

Diiingatkan Salamuddin, sebetulnya pemerintah harus berterima kasih pada pemilik rekening haji. “Bayangkan kalau dana itu dapat ditarik dalam serempak, maka pemerintah Jokowi langsung bankrut, dan sektor perbankkan kita langsung bangkrut,” pungkasnya.

Pewarta: Eriec Dieda
Editor: Romandhon